Jumat, 8 Mei 2026

Boom AI Bikin Harga Hard Drive Melonjak, Internet Archive Kena Imbas

Ledakan industri AI menyebabkan kelangkaan hard drive dan memori, sehingga harga media penyimpanan melonjak tajam.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Pexels
TEKNOLOGI - Foto ilustrasi website error diambil dari situs bebas royalti Pexels. 

Ringkasan Berita:
  • Ledakan industri AI menyebabkan kelangkaan hard drive dan memori, sehingga harga media penyimpanan melonjak tajam. 
  • Kondisi ini mempersulit organisasi seperti Internet Archive dan Wikimedia dalam menyimpan data dalam skala besar. 
  • Selain itu, upaya pengarsipan internet juga terhambat karena banyak situs kini memblokir scraping akibat maraknya pengumpulan data untuk AI.

TRIBUNNEWS.COM - Internet kini semakin sulit diarsipkan karena ledakan industri AI memicu krisis penyimpanan data, dengan NAND dan hard drive mekanis sama-sama mengalami kelangkaan.

Hard drive berkapasitas besar yang sebelumnya umum digunakan kini harganya melonjak hingga tiga kali lipat akibat kapasitas produksi yang menyusut dan hampir seluruh stok diborong oleh perusahaan hyperscaler.

Kenaikan harga ini membuat upaya preservasi data di berbagai industri menjadi jauh lebih sulit, menurut laporan 404 Media.

Salah satu organisasi yang terdampak adalah Internet Archive, lembaga dengan misi menyediakan “akses universal untuk seluruh pengetahuan.”

Internet Archive saat ini menyimpan sekitar 210 petabyte data arsip, dengan tambahan sekitar 100 terabyte setiap hari untuk koleksi seperti Wayback Machine.

Di tengah ledakan AI, pendirinya Brewster Kahle mengatakan menjaga arsip tersebut kini menjadi “masalah nyata yang menghabiskan waktu dan uang.”

Hard drive berkapasitas 28–30TB yang ideal untuk kebutuhan ini kini sulit ditemukan atau hanya tersedia dengan harga yang sangat mahal.

Beruntung, Internet Archive masih memiliki donor aktif dan komunitas pendukung yang membantu mencari solusi alternatif. Organisasi ini juga mencoba mendapatkan hard drive langsung dari produsen, tetapi kemungkinan besar produsen sedang sibuk memenuhi antrean pesanan besar.

Wikimedia Foundation, organisasi nirlaba induk Wikipedia, juga menghadapi masalah serupa.

Baca juga: Verifikasi Usia Online Mudah Diakali, Anak-anak Pakai Trik Kumis Palsu

Mereka menjelaskan bahwa mengelola lebih dari 65 juta artikel sudah membutuhkan alokasi anggaran yang sangat hati-hati, dan situasi pasar saat ini memperburuk keadaan.

Juru bicara Wikimedia mengatakan dampak utama terlihat pada pembelian memori dan hard drive, sekaligus waktu tunggu pengiriman server yang lebih lama serta kesulitan membuat pesanan baru untuk masa depan.

Selain kelangkaan perangkat keras, ledakan AI juga berdampak pada pengarsipan internet melalui persoalan scraping.

Model AI generatif dilatih menggunakan kumpulan data sangat besar yang diambil dari internet, terkadang tanpa izin.

Akibatnya, banyak situs tidak menyukai praktik scraping dan mulai menerapkan sistem perlindungan untuk memblokir bot yang mengambil data.

Masalahnya, proses pengarsipan internet memiliki langkah awal yang sama: mengekstrak informasi untuk disimpan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved