Minggu, 10 Mei 2026

Baru Beli HP? Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Pengaturan Awal

Banyak pengguna terburu-buru saat menyiapkan ponsel baru dan tanpa sadar membuat kesalahan yang memengaruhi keamanan, performa, dan baterai.

Tayang:
Editor: Tiara Shelavie
Pexels
TIPS DAN TRIK - Foto ilustrasi HP baru diambil dari situs bebas royalti Pexels. 
Ringkasan Berita:
  • Banyak pengguna terburu-buru saat menyiapkan ponsel baru dan tanpa sadar membuat kesalahan yang memengaruhi keamanan, performa, dan baterai. 
  • Kesalahan umum meliputi mengabaikan fitur keamanan, menginstal semua aplikasi sekaligus, serta menyetujui semua izin dan notifikasi. 
  • Menjaga ponsel lama sementara waktu dan lebih selektif saat transfer data juga disarankan agar pengalaman memakai ponsel baru lebih optimal.

TRIBUNNEWS.COM - Mendapatkan ponsel baru memang menyenangkan, tetapi banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya beberapa jam pertama setelah perangkat dinyalakan, terutama saat proses pengaturan awal. Jika Anda termasuk orang yang terburu-buru melewati setup awal dan langsung menyetujui semua opsi yang muncul, kebiasaan itu sebaiknya dihentikan. Sedikit waktu dan perhatian di tahap ini bisa sangat berpengaruh terhadap performa, keamanan, dan pengalaman penggunaan secara keseluruhan.

Kesalahan umum saat menyiapkan ponsel baru, baik Android maupun iPhone, meliputi melewatkan pengaturan keamanan dasar, langsung mengunduh semua aplikasi sekaligus, menyetujui semua izin dan notifikasi, tidak memasang pembaruan sistem, memakai aplikasi booster baterai atau performa, hingga terlalu cepat menyingkirkan ponsel lama. Sebagian kesalahan memengaruhi performa, sementara lainnya berdampak pada daya tahan baterai.

Di era ketika rata-rata orang menghabiskan lebih dari empat jam waktu layar setiap hari dan smartphone menjadi perangkat utama untuk hampir semua aktivitas, menyiapkan semuanya dengan benar sejak awal akan sangat membantu.

Mengutip BGR, dari pembayaran, pemesanan, media sosial, hingga pembuatan konten, menghindari kesalahan kecil ini bisa membawa dampak besar dalam jangka panjang.

1. Mengabaikan fitur keamanan

Saat menyiapkan ponsel baru, banyak orang terburu-buru melewati pengaturan keamanan. Padahal, smartphone kini menyimpan data sensitif seperti kata sandi akun online, detail perbankan, dan foto pribadi, sehingga perlindungan privasi sangat penting.

Dalam banyak kasus, fitur keamanan bawaan seperti Google Play Protect, kata sandi, perlindungan biometrik, dan pelacakan lokasi sudah cukup efektif. Jika fitur-fitur ini diaktifkan, peluang orang lain mengakses data Anda jauh lebih kecil, sekaligus meningkatkan kemungkinan menemukan ponsel jika hilang atau dicuri.

Anda juga bisa melengkapinya dengan aplikasi pihak ketiga seperti VPN atau antivirus. Misalnya, jika Anda memasang aplikasi di luar Play Store pada Android, antivirus bisa membantu mendeteksi dan menghapus malware.

VPN sendiri berguna melindungi privasi dengan menyamarkan identitas Anda saat online.

Selain itu, Android dan iPhone juga memiliki fitur bawaan lain seperti Find Hub di Android atau Find My di iPhone. Luangkan waktu untuk meninjau fitur-fitur ini meski sebelumnya tidak pernah Anda gunakan.

Terakhir, jika ada pembaruan sistem yang tertunda, segera instal. Selain menghadirkan fitur terbaru, update juga penting untuk menutup celah keamanan.

Baca juga: OpenAI Perkuat Keamanan Mental Pengguna dengan Trusted Contact di ChatGPT

2. Menginstal semua aplikasi sekaligus

Menginstal semua aplikasi favorit secara langsung memang terasa praktis, tetapi sebenarnya kurang ideal.

Pertama, Anda bisa langsung menghabiskan banyak ruang penyimpanan untuk aplikasi yang jarang dipakai. Di saat slot kartu SD makin jarang tersedia pada smartphone modern, ruang penyimpanan menjadi semakin berharga.

Kedua, beberapa aplikasi yang dulu berguna mungkin kini tidak lagi dibutuhkan karena fungsinya sudah tersedia langsung di sistem operasi.

Misalnya, pada beberapa ponsel seperti Google Pixel, pengguna kini bisa mengatur tingkat kecerahan senter langsung dari sistem tanpa perlu aplikasi tambahan.

Menyiapkan ponsel baru juga waktu yang tepat untuk menghapus aplikasi bawaan yang tidak dibutuhkan agar perangkat tetap ringan dan lancar.

Begitu juga dengan aplikasi optimasi performa. Ponsel modern umumnya sudah cukup pintar mengelola proses latar belakang, sumber daya, dan konsumsi baterai, sehingga aplikasi semacam ini biasanya memberi sedikit atau bahkan tidak ada manfaat.

3. Menyetujui semua izin dan notifikasi

Saat setup, Anda akan dihadapkan pada banyak permintaan izin akses dan pengaturan notifikasi, baik dari aplikasi bawaan maupun aplikasi tambahan.

Karena biasanya hanya muncul sekali, banyak orang memilih menyetujui semuanya demi cepat selesai. Namun ini bukan pilihan yang bijak.

Tidak semua aplikasi membutuhkan akses penuh ke kamera, mikrofon, kontak, file, atau media.

Bahkan jika aplikasi memintanya, belum tentu izin tersebut benar-benar diperlukan agar aplikasi berfungsi.

Sebagai contoh, jika Anda tidak pernah mengunggah media di Reddit, tidak ada alasan memberi akses galeri atau kamera pada aplikasi tersebut.

Karena itu, tinjau setiap izin dengan cermat dan hanya aktifkan yang memang sesuai kebutuhan.

Hal serupa berlaku untuk notifikasi. Jika semua aplikasi diizinkan mengirim pemberitahuan, ponsel Anda bisa terus bergetar dan berbunyi sepanjang hari, yang mengganggu sekaligus dapat memengaruhi baterai.

Solusinya, aktifkan hanya notifikasi penting dan bisukan sisanya, atau atur notifikasi tertentu tetap muncul tanpa suara.

4. Memindahkan semuanya dari ponsel lama

Ponsel baru bukan hanya peningkatan hardware dan software, tetapi juga kesempatan untuk memulai dari awal.

Namun banyak orang justru memulihkan semua data dari ponsel lama sehingga perangkat baru terasa seperti “salinan” dari perangkat sebelumnya.

Jika ini terus dilakukan bertahun-tahun, Anda bisa tetap membawa aplikasi yang sama sejak 10 tahun lalu, meski sudah ada alternatif yang lebih baik.

Bukan berarti Anda tidak boleh memindahkan data sama sekali.

Transfer data tetap masuk akal untuk kata sandi, foto penting, dan pengaturan personalisasi.

Di iPhone misalnya, ada fitur Quick Start yang mempermudah proses ini.

Pendekatan terbaik adalah mengambil jalan tengah: sebelum transfer, lakukan “bersih-bersih” pada ponsel lama.

Hapus aplikasi yang tidak diperlukan dan file yang tidak perlu dibawa ke perangkat baru. Dengan begitu, Anda hanya memindahkan data penting tanpa membawa sampah digital.

5. Langsung menyingkirkan ponsel lama

Kesalahan besar lainnya adalah langsung menjual atau membuang ponsel lama setelah setup selesai.

Secara teori mungkin terasa aman, tetapi masalah biasanya justru muncul pada hari-hari awal penggunaan ponsel baru.

Misalnya, ada data yang tidak ikut berpindah atau aplikasi tertentu bermasalah. Dalam situasi seperti ini, ponsel lama bisa menjadi cadangan penting.

Anda tidak harus terus memakainya, cukup jangan langsung reset pabrik selama beberapa minggu sampai yakin semua berjalan normal.

Setelah benar-benar siap melepasnya, pastikan Anda menghapus seluruh data agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

Selain itu, jangan buru-buru membuang kotak ponsel baru.

Jika ada masalah dan Anda perlu menukar atau mengembalikan perangkat dalam beberapa hari pertama, kemasan asli mungkin dibutuhkan.

Menyimpan kotak juga bisa meningkatkan nilai jual kembali ponsel di masa depan.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved