Selasa, 12 Mei 2026

GADGET

Google Hapus 28 Aplikasi Penipuan yang Klaim Bisa Lihat Riwayat WhatsApp

Sebanyak 28 aplikasi Android palsu di Play Store dilaporkan telah diunduh hingga 7,3 juta kali.

Tayang:
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Bobby Wiratama
Android Police
Sebanyak 28 aplikasi Android palsu di Play Store dilaporkan telah diunduh hingga 7,3 juta kali. 

Ringkasan Berita:
  1. Aplikasi palsu menjanjikan akses riwayat panggilan dan WhatsApp.
  2. Pengguna diminta membayar untuk data yang ternyata palsu.
  3. Google telah menghapus seluruh aplikasi dari Play Store.

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 28 aplikasi Android palsu ditemukan di Google Play Store dan telah diunduh hingga 7,3 juta kali oleh pengguna. 

Aplikasi tersebut diketahui menawarkan layanan palsu berupa akses ke riwayat panggilan, log WhatsApp, dan data SMS dari nomor telepon tertentu.

Informasi ini dilaporkan oleh PhoneArena dalam artikel yang dipublikasikan pada 11 Mei 2026.

Penelitian tersebut dilakukan oleh perusahaan keamanan siber ESET yang memberi nama kelompok aplikasi itu sebagai “CallPhantom”.

Menurut ESET, seluruh aplikasi tersebut memiliki pola serupa. 

Pengguna dijanjikan bisa melihat riwayat panggilan atau pesan WhatsApp seseorang hanya dengan memasukkan nomor telepon target.

Namun untuk membuka data tersebut, pengguna diwajibkan membayar biaya langganan atau biaya layanan tertentu.

Masalahnya, data yang diberikan ternyata tidak asli.

ESET menemukan bahwa informasi yang muncul hanyalah data palsu yang dibuat secara acak oleh aplikasi. 

Nomor telepon, nama kontak, waktu panggilan, hingga durasi percakapan ternyata hanya hasil generate otomatis dari kode aplikasi.

Dengan kata lain, aplikasi tersebut sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mengakses riwayat panggilan, SMS, maupun WhatsApp asli milik seseorang.

Baca juga: Apple Terapkan Aturan Baru untuk Aplikasi Judi di Brasil

Salah satu aplikasi pertama yang ditemukan bernama “Call History of Any Number”. 

Aplikasi itu menggunakan nama pengembang menyerupai domain pemerintah India, yakni “Indian gov.in”, padahal tidak memiliki hubungan dengan pemerintah India.

ESET kemudian melaporkan seluruh aplikasi tersebut kepada Google pada 16 Desember 2025 karena perusahaan keamanan itu merupakan bagian dari App Defense Alliance.

Setelah menerima laporan, Google langsung menghapus semua aplikasi terkait dari Google Play Store.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved