TOPIK
Kasus Makar
-
Yani mengatakan Sofyan sedang menderita sakit gigi, diabetes, dan gangguan saluran jantung yang ditunjukkannya melalui surat tertulis.
-
Mantan Panglima Pangdam Jaya (Purn) Sutiyoso menganggap dugaan makar yang dialamatkan kepada Mayjen (Purn) Soenarko tak masuk akal.
-
Menurut Argo Yuwono, dari sejumlah pertanyaan yang dilayangkan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kivlan Zen baru menjawab 11 pertanyaan
-
"Besok hari Senin memang diagendakan pemeriksaan terhadap pak sofyan. Jadi yang bersangkutan sudah kita kirim surat panggilannya," katanya
-
Dalam pemeriksaan semalam, penyidik menanyakan Kivlan berkaitan dengan aliran dana dari Habil untuk membunuh empat tokoh nasional tersebut.
-
Kivlan Zen bungkam setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus yang menimpa Habil Marati di Polda Metro Jaya, Jumat (14/6/2019).
-
Polri membantah adanya pembatasan akses terhadap saksi maupun tersangka Kerusuhan 21-22 Mei 2019 seperti yang dikatakan KontraS.
-
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan 100 dari 447 orang yang ditahan tersebut telah ditangguhkan penahanannya.
-
Asep menyebut penyidik masih merencanakan jadwal pemanggilan terhadap Fauka Noor Farid terkait Aksi kerusuhan 21-22 Mei lalu.
-
Polisi meringkus pelaku perusakan mobil Brimob saat kerusuhan 22 Mei di Jalan Raya Tali, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
-
Menurut Moeldoko, negara harus konsisten melakukan proses hukum kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum
-
Argo mengungkapkan saat ini pihaknya masih menunggu proses penelitian berkas perkara dari jaksa.
-
Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta pihak kepolisian untuk memeriksa Titiek Soeharto terkait kerusuhan aksi 22 Mei.
-
Permintaan Neta S Pane ini terkait kerusuhan aksi 22 Mei yang terjadi di Gedung Bawaslu, Jakarta beberapa waktu yang lalu.
-
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menilai bahwa pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kerusuhan 22 Mei, tidak diperlukan.
-
Keluarga calon eksekutor pimpinan lembaga survei Charta Politika merasa syok setelah melihat video pengakuan anaknya di TV.
-
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menilai bahwa pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kerusuhan 22 Mei, tidak diperlukan.
-
Yang disampaikan saat press release di Kemenko Polhukam adalah kronologi peristiwa 21-22 Mei di mana ada dua segmen yakni aksi damai dan aksi yang sen
-
Salah satu istri calon ekekutor pimpinan lembaga survei harus menanggung derita, mencoba bangkit hidupi dua anaknya dengan jualan sosis.
-
Wiranto mengatakan kasus makar yang membelit Kivlan Zen memiliki proses yang cukup panjang
-
Selain makar, Sofyan Jacob pun diduga melakukan perbuatan menyebar berita bohong atau hoaks.
-
Angel menyebut suaminya, Irfansyah bisa jadi eksekutor 4 tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei. Ia menyebut peran mantan ajudan Kivlan Zen.
-
Menurut Tito, kasus yang menjerat Kivlan Zen bukan hanya dugaan kepemilikan senjata api, namun juga permufakatan jahat untuk melakukan pembunuhan seju
-
Calon eksekutor direktur lembaga survei ini tak menikmati pengananan lebaran yang dibawa keluarganya seperti ketupat dan opor ayam.
-
Tito mengaku terus bersinergi dengan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, untuk menjaga soliditas TNI-Polri.
-
Amat menegaskan bahwa penyandang dana dari aksi tersebut pun harus segera diungkap.
-
"Tolong dikoreksi, bahwa dari Polri tidak pernah mengatakan dalang kerusuhan itu adalah Pak Kivlan Zen, nggak pernah."
-
Fahri, pria berserban hijau pengancam Presiden Jokowi dan Menkopolhukam Wiranto, mengaku menyesal atas ucapannya.
-
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan selain saksi fakta, pihaknya juga sudah memeriksa saksi ahli terkait kasus ini.
-
Selain makar, Argo juga mengungkapkan bahwa Sofyan melakukan perbuatan yang menyebar berita bohong atau hoaks.
© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved