TOPIK
Kasus Makar
-
Bukan Tradisi Indonesia, Charles Honoris: Pembunuhan Tokoh Politik Tak Boleh Ada
Perebutan kekuasaan dalam negara demokratis seperti Indonesia disebutnya haruslah dilakukan melalui pemilu, bukan dengan desing mesiu.
-
Moeldoko Akui Dalang Kerusuhan Masih Belum Terungkap: Butuh Waktu
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meyakini pihak-pihak di balik dalang kerusuhan 22 Mei bakal segera terbongkar.
-
Moeldoko: Tidak Mungkin Pemerintah Bikin Skenario Rusuh, Jangan Mengada-ada
Pengakuan-pengakuan dari para tersangka yang telah ditetapkan Polri benar adanya dan bagian dari sebuah proses penyidikan.
-
Benarkan Dapat Kiriman Surat dari Pengacara Kivlan Zen, Ryamizard Ryacudu : Saya Belum Baca
"Belum saya baca, saya baru ada kegiatan. Nanti, mudah-mudahan surat isinya menyenangkan," katanya
-
Ungkap dan Beri Hukuman Tegas Dalang Kerusuhan Mei
Dengan sikap yang cepat dan tanggap, Polri juga menangkap mereka yang hendak melakukan ancaman pembunuhan terhadap para tokoh bangsa.
-
Kivlan Zen Diduga Jadi Perencana Pembunuhan, Pengacara Bantah hingga Jelaskan Uang Rp 150 Juta
Kivlan Zen diduga jadi perencana pembunuhan. Pengcara Kivlan membantah kabar tersebut hingga memberi penjelasan mengenai uang Rp 150 juta.
-
Polisi Sita Handphone, Buku Tabungan, dan Rekening Koran Milik Habil Marati
Kepolisian telah menyita handphone, buku tabungan, hingga rekening koran dari politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati.
-
Sejumlah Mantan Elite TNI-Polri Terlibat, Moeldoko Yakin Dalang Kerusuhan 22 Mei Akan Terungkap
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meyakini pihak-pihak di balik dalang kerusuhan 22 Mei bakal segera terbongkar.
-
Moeldoko: Masa Pemerintah Bikin Skenario Rusuh, Kan Tidak Logis
Moeldoko geram dengan adanya pihak yang beranggapan kerusuhan 21-22 Mei merupakan skenario pemerintah semata.
-
KontraS Berharap Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Kerusuhan 22 Mei
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) menginginkan Presiden Jokowi membentuk Tim Pencari Fakta dalang kerusuhan 21-22 Mei
-
Yunarto Wijaya Sudah Memaafkan Kivlan Zen. Ini Jawaban Pengacara Kivlan
Yunarto mengatakan, menjadi target pembunuhan justru membuat ia belajar kembali tentang kasih.
-
KontraS Berharap Polisi Beberkan Secara Detail Penyebab Kematian 9 Korban Kerusuhan 22 Mei
KontraS mendesak kepolisian untuk mempertegas penyebab kematian 9 korban dan pelaku kerusuhan 21-22 Mei.
-
Kivlan Zen Kirim Surat Kepada Menhan Minta Perlindungan Hukum
Kivlan Zen melalui kuasa hukumnya mengajukan surat permintan perlindungan kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
-
Menhan Tegaskan Kopassus Aktif Tidak Terlibat dalam Kerusuhan 22 Mei
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menegaskan TNI tak ada hubungan dan kaitan dengan otak di balik aksi Kerusuhan 21-22 Mei.
-
KontraS Sayangkan Polisi Batasi Akses Terhadap Saksi dan Tersangka Kerusuhan 22 Mei
KontraS menyayangkan pihak kepolisian yang melakukan pembatasan akses terhadap saksi maupun tersangka Kerusuhan 22 Mei
-
Respons Ketua Setara Institute Sikapi Diungkapnya Aktor-aktor Kerusuhan 22 Mei Oleh Polri
Hendardi mengatakan pengungkapan aktor-aktor kerusuhan 21-22 Mei 2019 oleh Mabes Polri merupakan satu bentuk upaya transparansi Polri.
-
Polri Segera Panggil dan Periksa eks Anggota Tim Mawar Fauka Noor Farid
Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan nama Fauka turut disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka berinisial MN alias Kobra Hercules.
-
Bareskrim Ciduk Pria yang Ancam Jokowi dan Akan Ledakkan Asrama Mako Brimob Depok
Adapun YY ditangkap di kediamannya di Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/6), sekira pukul 11.45 WIB.
-
Moeldoko: Tim Mawar Telah Dibubarkan, Tidak Ada Kaitan dengan Kerusuhan 21-2 Mei
Moeldoko memastikan Tim Mawar telah dibubarkan sehingga tak ada kaitannya dengan kerusuhan tersebut.
-
PPP Masih Kaji Sanksi kepada Habil Marati
Untuk diketahui Habil merupakan kader PPP yang pernah menjabat sebagai Bendahara DPP PPP pada era kepemimpinan Suryadharma Ali.
-
Mantan Kapolda Metro Jaya Jadi Tersangka Makar, BPN Justru Minta Polisi Begini
Mardani Ali Sera menyarankan agar polisi memakai pendekatan kerukunan dalam menyelidiki kasus dugaan makar.
-
Isu Senjata Rusak dan untuk Masuk Museum Terbantahkan
Pasca penahanan muncul beragam bantahan atas kasus yang menyeret Soenarko mulai dari senjata itu bertujuan dimasukkan untuk Museum Kopassus hingga sen
-
PPP akan Beri Bantuan Hukum Bila Diminta Habil Marati
Habil Marati kini menjadi tersangka dalam kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei.
-
HM Diduga Pendana Rencana Pembunuhan 4 Tokoh, Pernah Dukung Mega-Prabowo Hingga Manajeri Timnas
Sosok HM atau yang disebut-sebut Habil Marati, tersangka kasus kerusuhan 21-22 Mei. Dia diduga sebagai pendana. Ini sepak terjangnya
-
Masyarakat Harus Bersabar, Biarkan Polisi Tenang untuk Pengusutan
Wiranto meminta masyarakat bersabar karena Polri terus bekerja keras mengungkap kasus ini secara terang benderang.
-
Pengakuan Tersangka Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional, Wiranto: Masya Allah, Bukan Karangan Kita
Polisi turut menyita sejumlah mata uang asing dolar Singapura yang nilainya sekitar Rp 150 juta.
-
PPP Masih Mencoba Berkomunikasi dengan Habil Marati
Saat ini pihaknya menurut Arsul mencoba membangun komunikasi dengan Habil melalui orang dekatnya di PPP.
-
Sekjen PPP: Habil Marati Pernah Jadi Bendahara PPP Era SDA
Hanya saja menurut Arsul saat PPP pecah, Habil ikut bersama kepengurusan Djan Faridz dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PPP.
-
Awalnya Tak Mau Lapor, Ini Alasan Eks Komandan Tim Mawar Adukan Majalah Tempo
Tiba di Bareskrim Polri sekira pukul 09.48 WIB, Chairawan yang mengenakan kemeja hijau bercerita awalnya enggan melapor lantaran hormati proses hukum
-
Persoalkan Penyebutan Tim Mawar di Majalah Tempo, Mayjen (Purn) Chairawan Lapor ke Bareskrim
Chairawan menyebut dirinya hingga melihat kamus lantaran permasalahan bahasa dalam cover Majalah Tempo yang dianggapnya menyeret seluruh Tim Mawar.