Rabu, 3 Juni 2026

Wisata Sumsel

Ada 76 Air Terjun dan Ribuan Situs Megalit di Lahat Sumsel

Selain itu masih ada potensi bangunan kolonial Belanda, serta rumah adat yang sudah berusia 250 tahun.

Tayang:
Editor: Mohamad Yoenus
Sriwijaya Post/Tomy Sahara
Air Terjun Maung atau Curup Maung di Desa Rinduhati, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat, Sumsel. 

Kendaraan roda dua maupun roda empat hanya bisa sampai ke Desa Rinduhati.

Di sana tersedia lahan parkir dengan biaya Rp 5.000 untuk motor dan Rp 15 ribu untuk mobil.

Setelah itu, pengunjung harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar 1 Km menuju lokasi air terjun melintasi jalan di antara kebun kopi milik warga.

"Gemetar kaki saya menuruni jurang, sampai berucap tidak akan pernah ke sini lagi. Tapi ketika sudah sampai, wah ternyata air terjunnya indah. Kapan-kapan saya akan ke sini lagi," ujar Umar Syarif, warga yang berkunjung ke sana belum lama ini.

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Lahat, belum memiliki konsep pengembangan wisata yang jelas.

Sehingga aset wisata alam serta peninggalakan zaman megalit terkesan tak berguna.

Padahal dari sisi kualitas, objek wisata yang ada tidak kalah dibanding daerah lain.

Belum lagi keberadaan ribuan situs megalit, yang tidak ada di daerah mana pun di Indonesia bahkan dunia.

Dengan beragam bentuk, dan diperkirakan sudah berumur lebih dari 4.000 tahun sejak zaman megalitikum yang sudah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Warga Lahat pun berharap, semua aset dan potensi wisata yang ada, bisa dikelola secara maskimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Apalagi selama ini masyarakat yang berada di daerah wisata cendrung serba kekurangan, dan berada di daerah terpencil.

Mereka ada yang bekerja sebagai petani kopi, atau bahkan hidup dengan mengandalkan barang yang sudah disediakan alam.

Seperti mencari kayu bakar, atau pun memancing ikan di sungai persis dekat air terjun.

Bila pengembangan wisata berjalan, masyarakat berpeluang memanfaatkannya untuk mencari nafkah.

Karena bisa bekerja di bidang wisata, baik sebagai pemandu (guide), berdagang aneka makanan dan sauvenir, hingga bekerja di hotel atau penginapan yang di destinasikan untuk mendukung pengembangan wisata.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved