Minggu, 31 Agustus 2025

Simping, Pulau Terkecil di Dunia Tapi Betapa Susah Menjangkau karena Jembatan Runtuh

Pulau Simping, meski diakui sebagai pulau tekecil di dunia, tapi betapa tak mudah menjangkau. Jembatannya ke lokasi runtuh.

Kompasiana.com/ Aldy M Aripin
Pulau Simping (dulu bernama Pulau Kelapa Dua) di Kecamatan Selatan Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kompasiana.com/ Aldy M Aripin) 

Pemberian nama kebarat-baratan itu menebarkan aroma sedap. All about money.

Beberapa saat kemudian, hamparan luasnya laut terbentang di depan mata, ada kenikmatan tersendiri memandang birunya laut, agak kontras dengan kenyataan sehari-hari yang lebih sering memang hijaunya hutan.

Desiran semilir angin, melahirkan rasa sejuk dan menerbangkan mumet yang memenuhi kepala.

Tatapan mata langsung terpusat pada sebuah pulau kecil yang ditumbuhi pepohonan yang berusia cukup tua.

Di sisi barat pulau, terdapat persembahyangan (kelenteng kecil) yang dimanfaatkan oleh masyarakat Tionghua setempat untuk bersembahyang.

Dari tempat saya berdiri, kira-kira disebelah barat laut, terlihat hamparan batu-batu alam dan pasir yang memenuhi sekitar pantai.

Panorama yang menyejukan semakin membuat betah, apalagi pengunjung pada pagi hari masih sepi, sejuk dan sunyi membuat suana semakin nyaman.

Mengalihkan padangan ke sisi Selatan, terlihat hamparan hijau pepohonan berjajar kokoh batu-batu alam sepanjang pantai.

Saat seperti ini terasa sekali, betapa besarnya kuasa alam dan betapa pongah mahluk yang menamakan dirinya manusia.

Walaupun tidak bisa mendatangi pulau karena runtuhnya jembatan, ada kepuasan tersendiri saat melepaskan penat dengan menyaksikan keindahan pantai bahkan saya tidak lagi perduli dengan status pulau Simping sebagai pulau terkecil didunia.

Dan sudah dapat diduga, sampah, ya sampah selalu menjadi penyakit kawasan wisata kita.

Ini juga yang terjadi di Pulau Simping, sampah dibiarkan bertebaran atau ditumpuk pada suatu tempat (yang pasti bukan tempat sampah), kesadaran pada pedagang makanan kecil masih rendah.

Walaupun kawasan wisata ini seperti ditinggalkan, tapi masih memberikan masukan kepada para pedagang tempatan, apalagi saya juga mendapat informasi non formal dari ibu-ibu yang berjualan bahwa kawasan wisata ini akan dikelola oleh Pemda Singkawang.

Terlepas dari segala kekurangannya, jika kawasan ini dikelola dengan lebih profesional saya meyakini akan memberikan tambahan penghasilan untuk penduduk setempat selain pendapatan mereka sebagai nelayan.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan