Ribuan Pendaki Meriahkan Agustusan di Gunung Rinjani
Ratusan pendaki tampak sibuk mendirikan tenda warna-warni di atas Bukit Plawangan Sembalun, Gunung Rinjani
TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK - Ratusan pendaki tampak sibuk mendirikan tenda warna-warni di atas Bukit Plawangan Sembalun, Gunung Rinjani, Lombok, NTB pada Kamis (6/8/2018) petang.
Ratusan pendaki lainnya beserta sejumlah porter dengan wajah berdebu dan membawa ransel besar atau carrier, terlihat masih bersusah-payah mendaki Bukit Plawangan Sembalun dan Tujuh Bukit Penyesalan menuju bukit tersebut.
Seorang porter setempat, Suharman atau akrab disapa Hendri (42 th) menuturkan, pendaki yang data
Gunung Rinjani makin banyak menjelang 17 Agustus.
Mereka merupakan pendaki lokal dan mancanegara yang sengaja datang untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI di Bukit Pelawangan 2.641 mdpl dan puncak Gunung Rinjani yang berada di ketinggian 3.726 mdpl. Di kedua tempat itu pula akan digelar upacara bendera pada 17 Agustus.
"Untuk hari ini yang mendaki ada sekitar seribuan orang. Nanti saat 17 Agustus bisa tiga ribuan orang, Bukit Plawangan Sembalun biasanya juga nggak muat untuk nge-camp. Jadi, ada sebagian pendaki yang nggak kebagian tempat di sini," ujar Hendri di Bukit Plawangan Sembalun.
Pendaki mancanegara yang datang ke gunung berapi aktif dan tertinggi ketiga di Indonesia ini pada saat Agustusan berasal dari Australia, Singapura, Malaysia, Prancis, Belanda, Jerman, Italia dan Amerika Serikat.
Seorang pendaki asal Jakarta, Atim menuturkan, dirinya datang ke Gunung Rinjani bersama tujuh teman sejak tiga hari lalu. Kelompoknya baru mendaki dan menaklukkan puncak atau Summit Attack.
Kelompoknya sengaja datang lebih awal agar bisa melakukan pendakian ke puncak Gunung Rinjani. "Saya dapat kabar juga dari teman yang naik tahun lalu, kalau saat 17 Agustus susah dapat tempat camp di sini," tuturnya.
Pendaki asal Switzerland, Idona dan Heinz bercerita Gunung Rinjani merupakan trip terakhir dari rangkaian perjalanannya menaklukkan beberapa gunung di Asia selama empat bulan.
Keduanya menyampaikan kekagumannnya terhadap keindahan dan panorama Gunung Rinjani. Suami istri tersebut tidak menduga para pendaki yang datang ke Gunung Rinjani terbilang banyak pada Agustus ini.
"Kami baru saja turun dari Gunung Ijen beberapa hari lalu. Pemandangan di sana juga indah. Nanti malam kami berangkat summi attack Gunung Rinjani ini lebih awal agar bisa lihat matahari terbit paginya," ujar Idona.
Selain upacara bendera di puncak gunung, gabungan travel juga akan menggelar lomba lari marathon 52K untuk pelari lokal dan mancanegara di gunung tersebut pada Agustus ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/suasana-di-gunung-rinjani_20150810_164007.jpg)