Wisata Yogyakarta

Singgah ke Dusun Keprekan, Pusat Kerajinan Sapu Rayung Di Magelang

Di Kabupaten Magelang ada sebuah kerajinan tangan yang cukup banyak diburu wisatawan atau orang yang datang ke Magelang, yakni sapu rayung.

Singgah ke Dusun Keprekan, Pusat Kerajinan Sapu Rayung Di Magelang
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Kerajinan sapu rayung di Dusun Keprekan, Magelang. 

Untuk membuat sapu rayung, tangkai pelepah tanaman gelagah di datangkan dari daerah Banjarnegara.

Sedang untuk gagangnya yang menggunakan jenis bambu cendani didatangkan dari daerah Dieng, Wonosobo.

Di katakan Suyono, sapu rayung memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sapu berbahan baku lainya, yakni sapu rayung lebih bersih saat untuk menyapu lantai.

"Sapu rayung ini sangat bagus untuk menyapu lantai. Karena bahanya yang lebih lembut daripada sapu ijuk, sehingga hasilnya lebih bersih," ujarnya.

Dengan dibantu beberapa karyawan, dalam sehari Suyono setidaknya mampu mengahasilkan 100 buah sapu rayung.

Terdapat beberap proses dalam pembuatan sapu ini, mulai dari rayung yang diikatkan di gagang bambu, kemudian rayung dijahit agar mengembang, hingga tangkai rayung dipotong seseuai dengan ukuran agar bisa digunakan untuk menyapu.

sapu
Sapu Rayung.  (Tribun Jogja/Hamim)

Terdapat dua jenis sapu rayung, yakni jenis ceblok/ bonggol dan jenis sapu jari.

Untuk jenis ceblok ukuran sapunya lebih besar. Karena ukurannya yang berbeda tersebut harganyapun juga berbeda.

Untuk jenis ceblok harganya mulai dari Rp. 11 ribu hingga 25 ribu. Sedangkan untuk jenis jari harganya mulai Rp. 9 ribu hingga 20 ribu.

Untuk terus menarik menita pembeli, beragam variasi produk terus dilakukan para pengrajin, seperti mewarnai tangkai rayung dengan beragam warna.

Halaman
123
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved