Gali Pasar Besar Tiongkok, Kemenpar Gelar SM dan Ikut ITCM

Besarnya potensi Pasar Tiongkok, terus digali industri untuk pariwisata Indonesia. Salah satunya melalui rangkaian sales mission.

Gali Pasar Besar Tiongkok, Kemenpar Gelar SM dan Ikut ITCM
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Vinsensius Jemadu 

“Kami sangat optimistis bisa mengoptimalkan mission sales sekaligus IT-CM ini. Sebab, kami bersinergi dengan berbagai stakeholder,” tegas Vinsensius.

Konsep Indonesia incorporated terjadi di sini. Selain swasta, Kemenpar juga berkolaborasi dengan KJRI Shanghai hingga Garuda Indonesia. Wisatawan Tiongkok memang menjadi target utama pariwisata Indonesia. Sebab, arus masuk wisatawan Tiongkok ke tanah air sangat tertinggi. Sepanjang 2017, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung mencapai 1,972 juta. Angka tersebut tumbuh 35,75% dari tahun sebelumnya.

Bali menjadi destinasi favorit dengan jumlah kunjungan 1,366 juta wisatawan. Pada tahun lalu, total 130 Juta warga Tiongkok yang belakukan perjalana ke berbagai negara. Wisatawan Tiongkok pun menghabiskan bujet yang sangat besar. Jumlahnya mencapai RMB115,29 miliar atau sekitar Rp242,109 triliun.

Arus finansial pun menjadi berkah bagi 10 negara. Yaitu Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, hingga Kamboja. Juga Maladewa, Russia, Korea Utara, dan Afrika Selatan. Vinsensius menerangkan, demi memenuhi target kunjunan secara global, kunjungan wisatawan Tiongkok harus dioptimalkan.

“Tahun lalu jumlah wisatawan Tiongkok hampir 2 juta. Itu sudah cukup bagus. Tahun ini target naik signifikan. Target kami di Tiongkok sangat besar tahun ini, yaitu 3 juta wisatawan. Sebab, kami harus memenuhi target global 17 juta wisman di 2018 ini. Untuk menjaga momentum, maka sales selling rutin dilakukan. Ada banyak agenda yang kami lakukan di Tiongkok nanti,” terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, sales mission dan IT-CM memiliki fungsi strategis. Dengan berinteraksi langsung, isu-isu miring yang acapkali muncul bisa langsung diluruskan.

“Kerja bersama ini harus dilakukan dan lebih dintensifkan. Sebab, beberapa elemen punya kepentingan yang sama. Pasar Tiongkok harus dioptimalkan, apalagi banyak negara yang bersaing masuk ke sana. Nantinya semua informasi terakhir terkait destinasi akan disampaikan secara gamblang. Tujuannya biar tidak bias,” pungkasnya. 

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved