Breaking News:

Ramon Y Tungka Cerita Pengalaman Daki Gunung Kilimanjaro, Setahun Latihan, Menuju Puncak Sempat Drop

Menurut Ramon, selain fisik dan perbekalan, hal lain yang tak kalah penting untuk disiapkan menjelang pendakian, adalah mental.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Aktor Ramon Yusuf Tungka saat dijumpai ditemui saat pembukaan sebuah gerai penjual perlengkapan outdoor, di Jakarta, Sabtu (15/12/2018). Kendati sering mengunjungi Papua, Ramon Yusuf Tungka tak pernah bosan berkunjung ke pulau berbentuk kepala burung tersebut. Bahkan Ramon lupa berapa kali ia telah mengunjunginya, karena terlalu seringnya. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Aktor sekaligus traveller Ramon Y Tungka berbagi pengalaman kala mendaki gunung Kilimanjaro.

Menurut Ramon, selain fisik dan perbekalan, hal lain yang tak kalah penting untuk disiapkan menjelang pendakian, adalah mental.

"Mental tuh sangat penting. Perencanaan dan persiapan di awal. Sifatnya faktor keberhasilan itu 90 persen dari persiapan, lalu 10 persen eksekusi. Itu sisanya serahkan pada tuhan. Jadi mental harus dipupuk," kata Ramon saat bertemu media di Eiger Adventure Flagship Shore Sumatera, Bandung.

Meski punya banyak pengalaman pendakian, Ramon rupanya juga pernah mengalami mental drop saat mendaki gunung Kalimanjaro.

Baca juga: Cara Gunakan Carrier Ala Traveller Ramon Y Tungka

Pendakian tersebut, kata Ramon, dilakukan pada tahun 2018.

LABUAN HATI - Ramon Y Tungka, pada acara syukuran pra produksi film Labuan Hati di Le Seminyak Resto, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (18/8). Film produksi Lola Amaria Presents ini bercerita tentang tiga perempuan berbeda usia dan karakter yang bergelut untuk menyelesaikan masalahnya masing-masing. Lokasi syuting mengambil tempat di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, yang menampilkan pemandangan alam sekitar dan bawahlaut yang indah. WARTA KOTA/Nur Ichsan
LABUAN HATI - Ramon Y Tungka, pada acara syukuran pra produksi film Labuan Hati di Le Seminyak Resto, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (18/8). Film produksi Lola Amaria Presents ini bercerita tentang tiga perempuan berbeda usia dan karakter yang bergelut untuk menyelesaikan masalahnya masing-masing. Lokasi syuting mengambil tempat di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, yang menampilkan pemandangan alam sekitar dan bawahlaut yang indah. WARTA KOTA/Nur Ichsan (nur ichsan/warta kota/nur ichsan)

Kala itu, berbagai persiapan sudah dilakukan dengan matang sejak setahun sebelumnya. 

Mulai dari persiapan fisik, seperti latihan, melakukan perjalanan pendakian setiap bulan dan bahkan sampai setiap minggu selama setahun, juga persiapan perbelakan yang bisa mendukung perjalanannya selama mendaki gunung Kalimanjaro.

"Saya berlatih 1 tahun. Mulai porsi latihannya yang 3 bulan sekali naik gunung, sebulan sekali, dua minggu sekali, sampai seminggu sekali pendakian, latihannya lama, menuju puncaknya saya drop. Itu masalah mental bukan fisik lagi," kata Ramon.

Kala itu, Ramon merasa tak yakin bisa melanjutkan perjalanan sampai ke puncak. Padahal, saat itu hanya tinggal sedikit lagi ia bisa menuju puncak. 

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved