Jumat, 29 Agustus 2025

Cerita Pertemuan One dengan Dugong Mawar Hingga Buka Objek Wisata Pengamatan Dugong di Teluk Kabola

One bertemu dengan Dugong Mawar tanpa sengaja pada tahun 1999. Persahabatan inilah yang kemudian membuat One membuka objek wisata pengamatan dugong.

Penulis: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Dewi Agustina
Pengamatan dugong di Kawasan Konservasi Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar, Alor, Nusa Tenggara Timur dan jelajah Pulau Sika, Sabtu (27/8/2022). Dugong bernama Mawar menampakkan dirinya di Teluk Kabola. 

Jika diurus dengan baik, dugong akan bisa bertahan hidup hingga usia 60 tahunan.

Sebagai makanannya, ikan duyung mengonsumsi lamun sebanyak 300 kg setiap harinya. Biasanya dia makan pada malam hari.

Lamun adalah tumbuhan berbunga yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal.

"Makanan dugong adalah lamun, dia tidak makan ikan karena dia mamalia menyusui. Ada dua macam padang lamun, daun pendek dan daun panjang, itu yang dia suka makan," kata One.

One juga membudidayakan lamun untuk suplai makanan bagi Mawar.

One mengaku memiliki naluri yang sama dengan dengan Dugong Mawar.

Kalau Mawar sakit atau terkena tali jaring, One bisa merasakannya.

Baca juga: 9 Fakta Ikan Duyung alias Dugong, Hewan Mamalia yang Hidup di Perairan Tropis hingga Sub Tropis

"Kalau dia sakit atau kena tali jaring saya bisa rasa, saya bawa dia ke darat dan saya buka jaringnya. Sudah 3 kali kena tali jaring, saya bisa bawa ke darat," ujarnya.

Dugong masih bisa bertahan jika dia terdampar di darat karena memiliki penyimpanan oksigen.

Sebab saat di dalam laut, ikan duyung biasanya akan mengambil napas selama 9 detik hingga 10 detik dengan cara muncul di atas permukaan laut.

Sempat Pakai Uang Pribadi

One mengatakan dirinya sempat menggunakan uang pribadi untuk operasional wisata dugong di Teluk Kabola.

Sebab diakuinya sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah terutama terhadap operasional wisata pengamatan dugong ini.

Wisatawan melakukan pengamatan dugong di Kawasan Konservasi Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) sambil menikmati pemandangan laut dan menjelajahi Pulau Sika, Sabtu (27/8/2022).
Wisatawan melakukan pengamatan dugong di Kawasan Konservasi Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) sambil menikmati pemandangan laut dan menjelajahi Pulau Sika, Sabtu (27/8/2022). (Tribunnews.com/Dewi Agustina)

"Ini sebenarnya adalah objek wisata Kabupaten Alor, tapi pemda tidak ada perhatian. Baik kalau ada tamu (wisatawan) saya masih bisa beli solar, tapi kalau tidak ada tamu, saya pakai uang pribadi untuk operasional," kata One.

Apalagi saat Covid-19 selama dua tahun lalu, objek wisata pengamatan dugong sepi pengunjung.

Halaman
1234
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan