Imlek Jadi Momen 'Quality Time', Keluarga Urban Pilih Aktivitas Ramah Anak
Lewat konsep yang dekat dengan keseharian keluarga urban OADKIDS Sincia Lah! menghadirkan Imlek sebagai momen sederhana datang bersama bermain bersama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bagi keluarga muda yang hidup di tengah ritme kota besar, perayaan Tahun Baru Imlek kini tak selalu dimaknai lewat rangkaian seremoni panjang atau agenda yang melelahkan.
Baca juga: 12 Makanan Khas Imlek dan Makna Keberuntungannya
Imlek justru pelan-pelan bergeser menjadi momen quality time yang lebih sederhana dan membumi serta berjalan santai bersama anak, jajan tanpa terburu-buru, menikmati aktivitas kreatif, lalu pulang dengan hati ringan. Di tengah keseharian urban yang padat, kebersamaan yang singkat namun bermakna terasa jauh lebih berharga dibanding perayaan yang serba formal.
Kebutuhan inilah yang coba dijawab oleh OADKIDS Sincia Lah!, sebuah Chinese New Year Pop-Up Market yang digelar OADKIDS pada 15–18 Januari 2026 di Plaza Indonesia, The Space, Level 6. Event ini dirancang sebagai ruang temu keluarga urban menggabungkan belanja, kuliner, dan aktivitas anak dalam satu area yang terasa dekat dengan rutinitas sehari-hari, bukan sekadar perayaan musiman.
“Jadi OADKIDS Sincia Lah! ini adalah Chinese New Year Pop-Up Market, khusus untuk ibu, anak-anak, dan keluarga,” ujar Michelle, Co-founder OADKIDS, saat ditemui di sela acara di Plaza Indonesia, Jakarta beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan bazaar musiman yang sering identik dengan keramaian dan rasa lelah, OADKIDS Sincia Lah! dikurasi sebagai destinasi ramah keluarga. Orang tua bisa menjelajahi koleksi brand anak lokal dengan santai, sementara anak-anak bebas mengikuti berbagai aktivitas tanpa harus terus diarahkan.
Konsep ini membuat kunjungan terasa seperti agenda harian yang menyenangkan. Datang tanpa persiapan khusus, menghabiskan waktu beberapa jam, lalu pulang membawa pengalaman ringan namun berkesan tanpa tekanan, tanpa keharusan mengikuti rangkaian acara tertentu.
Sebanyak 41 tenant lokal dihadirkan, mulai dari brand fashion ibu dan anak, F&B, hingga penyedia aktivitas pendukung. OADKIDS memposisikan diri sebagai ruang temu antara keluarga dan brand lokal yang relevan dengan kebutuhan keseharian keluarga urban.
“Ada 41 tenant, ranging dari F&B, baju ibu dan anak, dan juga aktivitas,” ujar Co-founder OADKIDS, Ellen pada kesempatan yang sama.
Seluruh tenant merupakan brand lokal, dengan komposisi 31 brand fashion dan 10 tenant F&B. Kurasi dilakukan secara selektif agar koleksi yang ditampilkan tetap selaras dengan tema Imlek sekaligus gaya hidup keluarga modern.
Baca juga: Mengenal Makna dan Tujuan Perayaan Cap Go Meh sebagai Puncak dan Penutup Perayaan Imlek
Alih-alih menghadirkan nuansa Imlek yang kaku dan seragam, OADKIDS memilih pendekatan visual yang lebih segar. Budaya Peranakan diterjemahkan ke dalam warna, dekorasi, dan aktivitas yang mudah diterima anak-anak.
“Biasanya Chinese New Year market identik dengan warna merah. Kali ini kami ingin membawa tampilan yang lebih fresh dan modern, jadi kami memilih warna hijau dan pink,” ujar Michelle.
Pendekatan ini membuat Imlek terasa lebih dekat dengan keseharian anak—bukan hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi sebagai pengalaman visual dan bermain yang menyenangkan.
Keterlibatan anak menjadi salah satu fokus utama dalam acara ini. OADKIDS sebelumnya menggelar Lantern Making Competition, dengan 50 karya anak terpilih dipajang sebagai instalasi lampion di area event.
“Di sini kami juga mengajak anak-anak untuk membantu membuat instalasi lantern. Ada 50 karya lampion anak-anak yang dipajang,” ujar Michelle.
Bagi anak, karyanya bukan sekadar dipamerkan, tetapi menjadi bagian dari cerita visual acara membangun rasa bangga dan keterlibatan emosional sejak dini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Event-Tahun-Baru-Imlek.jpg)