Ide Usaha Kuliner Indonesia-Korea dengan Bahan Sederhana dan Modal Terjangkau
Seseorang bisa menjual berbagai jajanan atau makanan khas Indonesia hingga Korea, hanya dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan di pasaran.
Takoyaki menggunakan bahan dasar tepung khusus atau campuran tepung terigu, yang harganya berkisar Rp10.000–Rp13.000 per kilogram.
Dari 1 kg tepung, pelaku usaha bisa menghasilkan sekitar 100–120 pieces takoyaki.
Untuk satu porsi 6 pieces, artinya bisa menghasilkan sekitar 16–20 porsi.
Dengan tambahan telur, isian (seperti sosis), dan saus, biaya produksi per porsi biasanya berada di kisaran Rp6.000–Rp8.000.
Harga jualnya bisa mencapai Rp 12.000–Rp 18.000.
Saus takoyaki dapat ditambahkan sedikit kecap Inggris. Untuk meningkatkan daya saing, pelaku usaha biasanya juga memperhatikan tampilan produk, seperti penggunaan box menarik dan topping saus yang lebih variatif.
3. Makanan Korea
Untuk kategori Korea, menu seperti tteokbokki, corndog, ayam goreng Korea, kimbap, dan odeng semakin populer, terutama di kalangan anak muda.
Tteokbokki menggunakan bahan utama rice cake yang biasanya dijual dalam kemasan 1 kg dengan harga sekitar Rp 18.000–Rp 25.000.
Dari 1 kg rice cake, bisa diolah menjadi sekitar 8–10 porsi tergantung ukuran.
Dengan tambahan saus gochujang, gula, dan bumbu lainnya, biaya produksi per porsi berkisar Rp 8.000–Rp 10.000.
Harga jual di pasaran berada di Rp 15.000–Rp 25.000 per porsi.
Untuk menyeimbangkan rasa pedas dan manis, bisa ditambahkan sedikit Asia Harum Sedap agar rasa lebih gurih dan cocok di lidah lokal.
Selain rasa, faktor kemasan dan branding juga menjadi penentu penting dalam menarik konsumen, terutama jika dipasarkan melalui media sosial atau layanan pesan antar.
Dari gambaran tersebut, perhitungan bahan menjadi hal penting dalam usaha makanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kuliner-1-13042026.jpg)