Minggu, 10 Mei 2026

Kuliner Khas Tegal Naik Kelas, Sate Cempe Lemu Ungkap Cerita Suksesnya

Sate Cempe Lemu beradaptasi dengan menghadirkan sistem pembayaran digital demi meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Tayang:
HO/IST
KULINER KHAS TEGAL - Ilustrasi Sate Cempe Lemu dari Tegal. Hidangan ini menggunakan daging kambing muda atau cempeh sebagai bahan utama. 

TRIBUNNEWS.COM – Terletak di pesisir utara Pulau Jawa yang menjadi jalur strategis Pantura, Tegal tak sekadar menjadi kota persinggahan. Kota ini juga menjelma sebagai destinasi kuliner dengan cita rasa autentik yang menggugah selera.

Berbagai hidangan khasnya menjadi magnet bagi para pelancong, terutama sate kambing Tegal yang telah lama dikenal dan digemari lintas generasi.

Di antara berbagai varian sate kambing yang ada, Sate Cempe Lemu hadir sebagai salah satu sajian yang menawarkan pengalaman rasa berbeda. Berbeda dari sate kambing pada umumnya, hidangan ini menggunakan daging kambing muda atau cempe sebagai bahan utama.

Penggunaan daging tersebut menghasilkan tekstur yang lebih empuk dengan sensasi juicy, ditambah gurih alami dari lemak yang menyatu saat dibakar. Kombinasi inilah yang membuat Sate Cempe Lemu memiliki cita rasa lebih kaya dan khas.

“Perbedaannya Sate Cempe Lemu dengan yang lain ada di teksturnya. Lebih empuk, juicy, dan rasanya khas,” ujar Arba, Manager Sate Cempe Lemu.

Berawal dari Hobi, Kini Jadi Kuliner Khas

Kesuksesan Sate Cempe Lemu tidak datang secara instan. Usaha ini berawal dari hobi memasak dan eksperimen meracik bumbu secara sederhana.

“Awalnya kami suka masak dan coba-coba racik bumbu, ternyata hasilnya enak. Akhirnya kami buka cabang pertama di Kota Tegal pada 4 Februari 2020,” kata Arba.

Respons positif dari pelanggan menjadi titik awal berkembangnya usaha ini. Dengan menjaga konsistensi rasa dan kualitas, Sate Cempe Lemu terus tumbuh hingga kini memiliki tujuh cabang yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Tegal.

“Karena konsisten dan semakin ramai, akhirnya kami buka cabang lagi. Sekarang sudah ada tujuh cabang,” tambahnya.

Baca juga: Menikmati Bandung dari Atas Air: Inovasi Wisata dan Digitalisasi di Floating Market Lembang

Adaptasi Digital untuk Tingkatkan Layanan

Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, terutama pada jam makan, antrean panjang kerap terjadi di sejumlah cabang. Kondisi ini mendorong Sate Cempe Lemu untuk beradaptasi dengan menghadirkan sistem pembayaran digital demi meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Untuk itu, Sate Cempe Lemu kini memanfaatkan layanan perbankan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), seperti mesin EDC dan QRIS BRI, untuk mempermudah transaksi non-tunai.

“Alhamdulillah karena pelanggan cukup banyak, kadang antre panjang, jadi kami pakai layanan keuangan dari BRI,” ujar Arba.

Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran digital BRI membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis, sekaligus memudahkan pencatatan keuangan usaha.

“Keuntungannya transaksi jadi lebih cepat, monitoring juga lebih mudah, tidak perlu repot uang kembalian, dan lebih aman,” jelasnya.

Selain itu, fitur voice notification juga membantu dalam memantau setiap transaksi secara real-time.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved