Blog Tribunners
Cara Wudhu' Rasulullah
Inilah cara wudhu nabi
Penulis:
Abdul Rahim
Editor:
Widiyabuana Slay
SIFAT WUDHU’
NABI SAW
AWUDHU'......
Secara bahasa, bila dibaca dhammah artinya melakukan wudhu'.
Dibaca fathah: air wudhu.
Secara syari'at ialah menggunakan air yang suci (memenuhi syarat)
untuk membersihkan anggotaanggota tubuh tertentu yang sudah diterangkan
berdasarkan AlQur'an dan AlHadist.
Dasar dasar Perintah Wudhu':
1. Almadía (5): 6.
Hai
orangorang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat maka basuhlah mukamu
dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai
dengan kedua matakaki,...
2. AlHadist: HSR (Hadist Sahih Riwayat) BukharyFathul Baary,
I:206; Muslim, no. 225) Dari Abu
Hurairah, Rasulullah saw bersabda: Allah tidak menerima shalat salah seorang
diantara kamu apabila ia berhadats, sehingga ia berwudhu'.
3. AlHadist: HSRMuslim, I:160). Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
Allah tidak akan menerima sholat (orang)yang tidak bersuci dan tidak menerima
shodaqah dari hasil penipuan (khianat).
4. AlHadist: HSR Abu Dawud, no. 3760; Tirmidzi, no. 1848 (HasanSahih) dan Nasa'i I:73). Dari Ibnu Abbas, telah bersabda Rasulullah
saw: Hanyalah aku diperintah berwudhu',apabila aku hendak sholat. (Hadis
ini disahihkan oleh Muh.Nashiruddin AlAlbany dalam "Sahih Jaami'us
Shaghiir, no. 2333).
5. AlHadist: HSR Abu Dawud, no.60; Tirmidzi, no.3; Ibnu Majah
no.275).Dari Abu Sa'id, telah bersabda
Rasulullah saw: Kunci sholat adalah bersuci, tahrimnya adalah takbir dan
tahlilnya adalah salam.
(Disahihkan oleh MNAA dam "Sahih Jaami'us Shaghiir, no. 5761).
MANFAAT
WUDHU
1. HSRMuslim,I:1151.dan Mukhtaashar Muslim, no.133. Dari Abu Hurairah r.a., telah bersabda
Rasulullah saw: Maukah aku
tunjukkan kepada kalian beberapa hal yang dengan itu Allah akan menghapus Dosadosa dan mengangkat derajat
kalian? Mau Ya Rasulullah , ujar mereka. Sabda beliau: yaitu menyempurnakan wudhu'
ketika dalam keadaan sulit, sering melangkah menuju ke Masjid (untuk sholat
berjama'ah), dan menunggu sholat (berikutnya) sesudah selesai
mengerjakan sholat*), yang demikian itu adalah perjuangan (ribath+),
perjuangan (sekali lagi), perjuangan. *)Sholat MaghribIsya sambil dzikrullooh
(pen.) +) mempertahankan pos jaga digaris terdepan.(Lih.Sahih MuslimI:151).
2. HSR Muslim, I:148 dan
Mukht.Muslim no. 121. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Apanila seorang
hamba Muslim(mu'min) berwudhu, lalu ia mencuci wajahnya, maka akan keluar dari
wajahnya setiap dosa yang pernah ia lihat (yang haram) dengan matanya bersamaan
dengan air atau bersama tetesa air yang terakhir; bila ia mencuci kedua tangannya, keluar dari kedua
tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua tangannyabersamaan
dengan air atau tetesan air yang terakhir. Dan bila ia mencuci kedua kakinya,
akan keluar dosadosa yang dilakukan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air
atau bersamaan dengan tetesan air yang terakhir, hingga ia keluar dalam keadaan
bersih dari dosa.
3. HSR Ahmad,V:252. Dari Abu
Umamah, telah bersabda Rasulullah saw: Apabila seorang muslim berwudhu' maka
akan keluar dosa-dosanya dengan sebab mendengar, melihat, dari tangannya dan
dari kedua kakinya. Apabila ia duduk(menanti sholat), ia masuk dalam keadaan
diampuni dosadosanya. ***)Hadis ini dihasankan dalam MNAA "Sahih Jami'us
Shaghiir, no.461.
4. HSR Muslim I:140. Dari Abu
Malik Ay'ariy, telah bersabda Rasulullah saw.: Bersuci itu sebagian dari iman, alhamdulillah akan memenuhi
timbangan, subhanallooh dan alhamdulillaah
keduanya akan memenuhi antara langit dan bumi, sholat adalah cahaya, shodaqoh adalah bukti, shobar adalah
sinar, dan AlQur'an adalah
hujjan atasmu atau bagimu. Dan
setiap manusia pergi menjual dirinya, MAKA ADA YANG MEMERDEKAKAN DIRINYA, dan pula yang MEMBINASAKAN
DIRINYA.
5. HSR Muslim III:133. Dari Usman
ra., telah bersabda Rasulullah saw: Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia sempurnakan wudhunya, niscaya akan
keluar dosa dosanya dari
tubuhnya, sampai keluar (dosadosa)
dari bawah kukukuku jarinya.
Bagian ke dua (Cara Wudhu Rasulullah saw)
1.
N I A T.
Niat artinya sengaja dengan penuh kesungguhan
hati untuk mengerjakan wudhu' sematamata karena menaati perintah Allah SWT dan
Rasulullah Muhammad saw..Ibnu Taimiyah berkata tempat NIAT adalah dihati bukan
di lisan (ucapan) dalam semua masalah ibadah. Dan seandainya ada yang
mengatakan bahwa lisannya berbeda dengan hatinya, maka yang diutamakan adalah
apa yang diniatkan dalam hatinya dan bukanlah yang diucapkan. Dan seandainya
seorang berkata dengan ucapannya yang niatnya tidak sampai kehati maka tidaklah
mencukupi untuk ibadah, karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam
hati. (Majmuu'atir RasaaililKubro: I:243).
Rasulullah menerangkan: Dari Umar bin Khotab, ia berkata, Telah bersabda Rasulullah saw:
"Sesungguhnya segala perbuatan tergantung kepada niat, dan manusia akan
mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya......
(lanjutan hadist
tsb:...."Barangsiapa yang hijrahnya
karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, dan
barangsiapa yang hijrahnya karena keduniaan yang hendak diperolehnya atau
disebabkan karena wanita yang hendak dikawininya, maka hijrahnya itu adalah
karena tujuan tujuan yang ingin dicapainya itu). HSR (Hadist Sahih Riwayat) Bukhory, Fathul Baary I:9;
Muslim, 6:48).
2. TASMIYAH (membaca Basmallah).
Dari Abu Hurairoh ra., ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: "Tidak
sempurna wudhu' bagi yang tidak menyebut nama Allah padanya (HR. Ibnu Majah
339; Tirmidzi 26; Abu Dawud 101). Kata Syaikh AlAlbany:
Hadist
ini SAHIH. Lihat Shahih
Jami'us Shoghiir, no. 7444. Katanya,
hukum TASMIYAH adalah wajib. Juga pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad dan
Syaukany, Insya Allah ini yang benar. Walloohu a'lamu (Lihat Tamaamul minnah
fii tahriiji fiqhis Sunnah, p. 89 dan AsSailul Jiraar, I:7677). Hadist ini juga
ditulis dalam Ahmad, 2:418; Hakim 1:146; Baihaqi 1:43 dan Daraquthny p.29.
Dari Anas ra. ia berkata: sebagian para
sahabat Nabi saw mencari air untuk berwudhu', lalu Rasulullah bersabda: "Apakah ada di antara kalian orang yang
mempunyai air (membawa air)? Kemudian beliau meletakkan tangannya ke dalam air
tsb. seraya berkata: BERWUDHU' LAH kalian dengan membaca BISMILLAH (Wa
yaquulu tawadhdhouu BISMILLAAHI)!! .........
(lanjutan hadistnya:....... lalu aku melihat air keluar dari jarijari tangannya,
hingga mereka berwudhu' (semuanya) sampai orang terakhir berwudhu'. Kata
Tsabit: Aku bertanya kepada Anas: Berapa engkau lihat jumlah mereka?? Kata Anas:
kirakira jumlahnya ada tujuh puluh orang. (HSR. Bukhory I:236; Muslim 8: 411 dan Nasa'i no.78).
3.
Mencuci kedua Telapak Tangan.
Dari Humran bin Abaan, bahwasanya "Usman
minta dibawakan air untuk wudhu', lalu ia mencuci kedua telapak tangannya tiga
kali ................... , kemudian ia berkata: "Aku melihat Rasulullah
saw. berwudhu seperti wudhu' saya ini (lihat HSR.Bukhary dalam Fathul Baary
I:259 no.159; 160; 164; 1934 dan 6433 dan Muslim 1:141)
Dari Abu Hurairah, ia berkata: telah bersabda
Rasulullah saw. Bila salah seorang diantaramu bangun tidur, janganlah ia memasukkan
tangannya kedalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali, karena ia tidak tahu
dimana tangannya itu bermalam (HSR. Bukhary, Fathul Baary, 1:229).
Hadist yang bunyinya mirip tetapi dari jalur lain yaitu Abdullah bin Zaid
(lihat HSR Bukhary, Fathul Baary 1:255 dan Muslim 3:121). Juga dari Aus bin Abi
Aus, dari kakeknya (HSR Ahmad 4:9 dan Nasa'i 1:55).
4.
Berkumurkumu
(Madhmadhoh) dan menghirup air kehidung(Istinsyaaq)
Dari Abdullah bin Zaid alAnshori, ketika diminta mencontohkan cara
wudhu' Rasulullah saw..............hingga ia berkata: "Lalu ia
(Rosulullooh saw.) berkumurkumur dan menghirup air kehidung dari satu telapak tangan,
ia lakukan yang demikian tiga kali (HSR. Bukhary dan Muslim /lihat dari
hadisthadist di nomor 3).
Dari Amr bin Yahya, ia berkata: Lalu ia berkumurkumur dan
menghirup air kehidung dan menyemburkan dari tiga cidukan (HSR Muslim 1:123 dan
3:122).
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi saw. bersabda: Apabila salah
seorang dari kamu berwudhu,maka hiruplah air kehidung kemudian semburkanlah (HR
Bukhary, Fathul Baary 1:229; Muslim
1:146 dan Abu Dawud no.140).
Dari Laqith bin
Shobroh, ia berkata: Ya Rasulullah ! Beritahukanlah kepadaku tentang wudhu'!
Beliau bersabda: "sempurnakanlah wudhu', menggosok selasela jemari dan
Bersungguh sungguhlah
dalam menghirup air kehidung, kecuali kalau kamu berpuasa". (HR. Abu Dawud
no.142; Tirmidzi 38; Nasa'i 114 dan Ibnu Majah no.407).
Hadist ini
disahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim dan disetujui oleh Imam AdzDzahabi Dan disahihkan
juga oleh Nawawy (Lihat Ta'liq atas Syarah Sunnah lil Imam AlBaghowy, 1:417).
Dari Abdu Khoir, ia
berkata: Kami pernah duduk memperhatikan Ali ra. yang sedang berwudhu', lalu ia
memasukkan tangan kanannya yang penuh dengan air dimulutnya berkumur kumur sekaligus
menghirup air kedalam hidungnya, serta menghembuskannya dengan tangan kiri.
Hal ini dilakukan
sebanyak tiga kali, kemudian ia berkata, barangsiapa yang senang melihat cara
bersucinya Rasulullah saw. maka inilah caranya (HR AdDaarimy 1:178). Kata AlAlbany sanadnya shahih (lihat Misykaatul Mashaabih
1:129 no.411).
5. Membasuh muka.
Batas Muka meliputi, mulai dari tempat
tumbuhnya rambut dikepala sampai kejenggot dan dagu, dan dari samping mulai
dari tepi telinga sampai tepi telinga berikutnya.
Firman Allah S. SlMaidah (5):6
Dan basuhlah mukamukamu.
Bukhory dan Muslim meriwayatkan dari Humran
bin Abaan, bahwa Utsman minta air wudhu, lalu ia menyebut sifat wudhu Nabi
s.a.w., ia berkata: "kemudian membasuh mukanya tiga kali" (BUkhory
I:48; Fathul Baary I:259,no.159 dan Muslim I:141)
6. Mencuci Jenggot (Takhliilul Lihyah)
Berdasarkan hadits Utsman ra. : Bahwasanya
Nabi saw. mencuci jenggotnya. (HR. Tirmidzi no.31, ia berkata hadist ini ASANSAHIH;
Ibnu Majah no.430; Ibnul Jarud, hal,43; Hakim I:149 dan ia berkata:
SANADNYA SAHIH). Hadist ini disahihkan pula
oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban (LIhatTa'liq syarah Sunan Imam
alBaghowyI:421).
Dari Anas ra. bahwa Nabi saw. bila berwudhu'
mengambil seciduk air (ditelapak tangannya), kemudian dimasukkannya kebawah
dagunya, lalu ia menyelanyela jenggotnya seraya bersabda:"Beginilah Robbku
'Azza wa Jalla menyusuh aku" (HSR. Abu Dawud, no.145; Baihaqy I:154 dan Hakim I:149). Syaikh
AlAlbany berkata Hadist ini sahih (Shahih Jaami'us Shoghiir, No. 4572).
Sebagian ulama berpendapat bahwa mencuci jenggot ini wajib, tetapi
sebagian mengatakan wajib untuk mandi janabat dan sunnah untuk wudhu, Imam Ahmad
termasuk yang menyetujui pendapat terakhir('Aunul Ma'bud I:247).
6. Membasuh Kedua Tangan Sampai Kesiku.
Allah berfirman S.AlMaidah(5):6
Dan basuhlah tangantanganmu sampai siku.
Dari Humron bin Abaan bahwa Utsman minta air
wudhu', lalu ia menyebut sifat (tatacara) wudhu' Nabi saw., kemudian Humron
berkata: Kemudian ia membasuh tangannya yang kanan sampai siku, dilakukan tiga
kali dan yang kiri demikian pula. (Lihat hadist yang sama dalam membasuh muka,
SAHIH).
Dari Nu'aim bin Abdullah Al Mujmir, ia
berkata: Aku pernah melihat Abu Hurairah berwudhu', lalu ia
menyempurnakanwudhu'nya, kemudian ia membasuh tangan kanannya hingga mengenai
bagian lengan atasnya, kemudian membasuh tangan kirinya hingga mengenai bagian
lengan atasnya............ dan diakhir Hadist ia berkata: demikianl;ah aku melihat Rasulullah saw. berwudhu' (HSR. Muslim,
I:246 atau Shohih Muslim, I:149/Daarul Fikr,cet.).
Dari Jabir r.a. bahwa Nabi saw. bila berwudhu' mengalirkan air atas kedua sikunya (HR. Daruquthni, I:15; Baihaqy, I:56). Ibnu Hajar mengatakan Hadist ini Hasan,
dan Syaikh AlAlbany berkata SAHIH (Shohih Jaami'us Shoghiir, no.4574.
8. Mengusap Kepala, Telinga dan Sorban.
Allah berfirman: S.AlMaidah (5):6
Dan usaplah kepala kepalamu.
Yang dimaksud disini adalah mengusap seluruh
kepala, dan bukanlah sebagian kepala (Lihat AlMughni, I:112 & I:176 dan
Nailul Authar, I:84 & I:193).
Dari Abdullah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw.
mengusap kepalanya dengan dua tangannya, lalu ia menjalankan kedua tangannya
kebelakang kepala dan mengembalikannya, yaitu beliau mulai dari bagian depan
kepalanya, kemudian menjalankan kedua tangannya ketengkuknya, lalu
mengembalikan kedua tangannya tadi ke tempat dimana ia memulai (HSR. Bukhory
I:5455; Muslim I:145; Sahih Tirmidzi No.29; Abu Dawud no.118; Sahih Ibnu Majah no.348; Nasa'i I:7172 dan Ibnu Khuzaimah no.173. Dalam Fathul Baary I:289
no.185. Dalam Nailul Author I:183. Hukumnya
WAJIB.
TELINGA
Dari Abu Umamah, ia berkata: Nabi saw. pernah
berwudhu', lalu beliau membasuh mukanya tiga kali; membasuh kedua tangannya tiga kali dan mengusap
kepalanya dan ia berkata: DUA TELINGA ITU TERMASUK KEPALA (HSR. Tirmidzi no.37; Abu Dawud no.134 dan Ibnu Majah
no.444). Syaikh Muhammad Nashiruddin alAlbany
berkata: Hadist ini sahih dan mempunyai
banyak jalan dari beberapa sahabat (lih.Silsilah Alhaadits Shohihah juz I:
4757).
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.