Minggu, 31 Agustus 2025

Blog Tribunners

Cara Wudhu' Rasulullah

Inilah cara wudhu nabi

Penulis: Abdul Rahim
Editor: Widiyabuana Slay

SIFAT WUDHU’

NABI SAW

AWUDHU'......

Secara bahasa, bila dibaca dhammah artinya melakukan wudhu'. Dibaca fathah: air wudhu.

Secara syari'at ialah menggunakan air yang suci (memenuhi syarat) untuk membersihkan anggotaanggota tubuh tertentu yang sudah diterangkan berdasarkan AlQur'an dan AlHadist.

Dasar dasar Perintah Wudhu':

 

1. Almadía (5): 6.

Hai orangorang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua matakaki,...

 

2. AlHadist: HSR (Hadist Sahih Riwayat) BukharyFathul Baary, I:206; Muslim, no. 225) Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: Allah tidak menerima shalat salah seorang diantara kamu apabila ia berhadats, sehingga ia berwudhu'.

 

3. AlHadist: HSRMuslim, I:160). Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Allah tidak akan menerima sholat (orang)yang tidak bersuci dan tidak menerima shodaqah dari hasil penipuan (khianat).

 

4. AlHadist: HSR Abu Dawud, no. 3760; Tirmidzi, no. 1848 (HasanSahih) dan Nasa'i I:73). Dari Ibnu Abbas, telah bersabda Rasulullah saw: Hanyalah aku diperintah berwudhu',apabila aku hendak sholat. (Hadis ini disahihkan oleh Muh.Nashiruddin AlAlbany dalam "Sahih Jaami'us Shaghiir, no. 2333).

 

5. AlHadist: HSR Abu Dawud, no.60; Tirmidzi, no.3; Ibnu Majah no.275).Dari Abu Sa'id, telah bersabda Rasulullah saw: Kunci sholat adalah bersuci, tahrimnya adalah takbir dan tahlilnya adalah salam.

(Disahihkan oleh MNAA dam "Sahih Jaami'us Shaghiir, no. 5761).

 

MANFAAT WUDHU

 

1. HSRMuslim,I:1151.dan Mukhtaashar Muslim, no.133. Dari Abu Hurairah r.a., telah bersabda Rasulullah saw: Maukah aku tunjukkan kepada kalian beberapa hal yang dengan itu Allah akan menghapus Dosadosa dan mengangkat derajat kalian? Mau Ya Rasulullah , ujar mereka. Sabda beliau: yaitu menyempurnakan wudhu' ketika dalam keadaan sulit, sering melangkah menuju ke Masjid (untuk sholat berjama'ah), dan menunggu sholat (berikutnya) sesudah selesai

mengerjakan sholat*), yang demikian itu adalah perjuangan (ribath+), perjuangan (sekali lagi), perjuangan. *)Sholat MaghribIsya sambil dzikrullooh (pen.) +) mempertahankan pos jaga digaris terdepan.(Lih.Sahih MuslimI:151).

 

2. HSR Muslim, I:148 dan Mukht.Muslim no. 121. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Apanila seorang hamba Muslim(mu'min) berwudhu, lalu ia mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang pernah ia lihat (yang haram) dengan matanya bersamaan dengan air atau bersama tetesa air yang terakhir; bila ia mencuci kedua tangannya, keluar dari kedua tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua tangannyabersamaan dengan air atau tetesan air yang terakhir. Dan bila ia mencuci kedua kakinya, akan keluar dosadosa yang dilakukan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air atau bersamaan dengan tetesan air yang terakhir, hingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.

 

3. HSR Ahmad,V:252. Dari Abu Umamah, telah bersabda Rasulullah saw: Apabila seorang muslim berwudhu' maka akan keluar dosa-dosanya dengan sebab mendengar, melihat, dari tangannya dan dari kedua kakinya. Apabila ia duduk(menanti sholat), ia masuk dalam keadaan diampuni dosadosanya. ***)Hadis ini dihasankan dalam MNAA "Sahih Jami'us Shaghiir, no.461.

 

4. HSR Muslim I:140. Dari Abu Malik Ay'ariy, telah bersabda Rasulullah saw.: Bersuci itu sebagian dari iman, alhamdulillah akan memenuhi timbangan, subhanallooh dan alhamdulillaah keduanya akan memenuhi antara langit dan bumi, sholat adalah cahaya, shodaqoh adalah bukti, shobar adalah sinar, dan AlQur'an adalah hujjan atasmu atau bagimu. Dan setiap manusia pergi menjual dirinya, MAKA ADA YANG MEMERDEKAKAN DIRINYA, dan pula yang MEMBINASAKAN DIRINYA.

 

5. HSR Muslim III:133. Dari Usman ra., telah bersabda Rasulullah saw: Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia sempurnakan wudhunya, niscaya akan keluar dosa dosanya dari tubuhnya, sampai keluar (dosadosa) dari bawah kukukuku jarinya.

 

 

Bagian ke dua (Cara Wudhu Rasulullah saw)

 

1.   N I A T.

 

Niat artinya sengaja dengan penuh kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu' sematamata karena menaati perintah Allah SWT dan Rasulullah Muhammad saw..Ibnu Taimiyah berkata tempat NIAT adalah dihati bukan di lisan (ucapan) dalam semua masalah ibadah. Dan seandainya ada yang mengatakan bahwa lisannya berbeda dengan hatinya, maka yang diutamakan adalah apa yang diniatkan dalam hatinya dan bukanlah yang diucapkan. Dan seandainya seorang berkata dengan ucapannya yang niatnya tidak sampai kehati maka tidaklah mencukupi untuk ibadah, karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmuu'atir RasaaililKubro: I:243).

 

Rasulullah menerangkan: Dari Umar bin Khotab, ia berkata, Telah bersabda Rasulullah saw: "Sesungguhnya segala perbuatan tergantung kepada niat, dan manusia akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya......

(lanjutan hadist tsb:...."Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena keduniaan yang hendak diperolehnya atau disebabkan karena wanita yang hendak dikawininya, maka hijrahnya itu adalah karena tujuan tujuan yang ingin dicapainya itu). HSR (Hadist Sahih Riwayat) Bukhory, Fathul Baary I:9; Muslim, 6:48).

 

2.   TASMIYAH (membaca Basmallah).

 

Dari Abu Hurairoh ra., ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: "Tidak sempurna wudhu' bagi yang tidak menyebut nama Allah padanya (HR. Ibnu Majah 339; Tirmidzi 26; Abu Dawud 101). Kata Syaikh AlAlbany:

 

Hadist ini SAHIH. Lihat Shahih

Jami'us Shoghiir, no. 7444. Katanya, hukum TASMIYAH adalah wajib. Juga pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad dan Syaukany, Insya Allah ini yang benar. Walloohu a'lamu (Lihat Tamaamul minnah fii tahriiji fiqhis Sunnah, p. 89 dan AsSailul Jiraar, I:7677). Hadist ini juga ditulis dalam Ahmad, 2:418; Hakim 1:146; Baihaqi 1:43 dan Daraquthny p.29.

 

Dari Anas ra. ia berkata: sebagian para sahabat Nabi saw mencari air untuk berwudhu', lalu Rasulullah bersabda: "Apakah ada di antara kalian orang yang mempunyai air (membawa air)? Kemudian beliau meletakkan tangannya ke dalam air tsb. seraya berkata: BERWUDHU' LAH kalian dengan membaca BISMILLAH (Wa yaquulu tawadhdhouu BISMILLAAHI)!! .........

 

(lanjutan hadistnya:....... lalu aku melihat air keluar dari jarijari tangannya, hingga mereka berwudhu' (semuanya) sampai orang terakhir berwudhu'. Kata Tsabit: Aku bertanya kepada Anas: Berapa engkau lihat jumlah mereka?? Kata Anas: kirakira jumlahnya ada tujuh puluh orang. (HSR. Bukhory I:236; Muslim 8: 411 dan Nasa'i no.78).

 

3.   Mencuci kedua Telapak Tangan.

 

Dari Humran bin Abaan, bahwasanya "Usman minta dibawakan air untuk wudhu', lalu ia mencuci kedua telapak tangannya tiga kali ................... , kemudian ia berkata: "Aku melihat Rasulullah saw. berwudhu seperti wudhu' saya ini (lihat HSR.Bukhary dalam Fathul Baary I:259 no.159; 160; 164; 1934 dan 6433 dan Muslim 1:141)

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: telah bersabda Rasulullah saw. Bila salah seorang diantaramu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya kedalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali, karena ia tidak tahu dimana tangannya itu bermalam (HSR. Bukhary, Fathul Baary, 1:229). Hadist yang bunyinya mirip tetapi dari jalur lain yaitu Abdullah bin Zaid (lihat HSR Bukhary, Fathul Baary 1:255 dan Muslim 3:121). Juga dari Aus bin Abi Aus, dari kakeknya (HSR Ahmad 4:9 dan Nasa'i 1:55).

 

4.   Berkumurkumu (Madhmadhoh) dan menghirup air kehidung(Istinsyaaq)

 

Dari Abdullah bin Zaid alAnshori, ketika diminta mencontohkan cara wudhu' Rasulullah saw..............hingga ia berkata: "Lalu ia (Rosulullooh saw.) berkumurkumur dan menghirup air kehidung dari satu telapak tangan, ia lakukan yang demikian tiga kali (HSR. Bukhary dan Muslim /lihat dari hadisthadist di nomor 3).

 

Dari Amr bin Yahya, ia berkata: Lalu ia berkumurkumur dan menghirup air kehidung dan menyemburkan dari tiga cidukan (HSR Muslim 1:123 dan 3:122).

 

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi saw. bersabda: Apabila salah seorang dari kamu berwudhu,maka hiruplah air kehidung kemudian semburkanlah (HR Bukhary, Fathul Baary 1:229; Muslim 1:146 dan Abu Dawud no.140).

 

Dari Laqith bin Shobroh, ia berkata: Ya Rasulullah ! Beritahukanlah kepadaku tentang wudhu'! Beliau bersabda: "sempurnakanlah wudhu', menggosok selasela jemari dan

Bersungguh sungguhlah dalam menghirup air kehidung, kecuali kalau kamu berpuasa". (HR. Abu Dawud no.142; Tirmidzi 38; Nasa'i 114 dan Ibnu Majah no.407).

 

Hadist ini disahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim dan disetujui oleh Imam AdzDzahabi Dan disahihkan juga oleh Nawawy (Lihat Ta'liq atas Syarah Sunnah lil Imam AlBaghowy, 1:417).

 

Dari Abdu Khoir, ia berkata: Kami pernah duduk memperhatikan Ali ra. yang sedang berwudhu', lalu ia memasukkan tangan kanannya yang penuh dengan air dimulutnya berkumur kumur sekaligus menghirup air kedalam hidungnya, serta menghembuskannya dengan tangan kiri.

Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali, kemudian ia berkata, barangsiapa yang senang melihat cara bersucinya Rasulullah saw. maka inilah caranya (HR AdDaarimy 1:178). Kata AlAlbany sanadnya shahih (lihat Misykaatul Mashaabih 1:129 no.411).

 

5.   Membasuh muka.

 

Batas Muka meliputi, mulai dari tempat tumbuhnya rambut dikepala sampai kejenggot dan dagu, dan dari samping mulai dari tepi telinga sampai tepi telinga berikutnya.

 

Firman Allah S. SlMaidah (5):6

Dan basuhlah mukamukamu.

 

Bukhory dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa Utsman minta air wudhu, lalu ia menyebut sifat wudhu Nabi s.a.w., ia berkata: "kemudian membasuh mukanya tiga kali" (BUkhory I:48; Fathul Baary I:259,no.159 dan Muslim I:141)

 

6. Mencuci Jenggot (Takhliilul Lihyah)

Berdasarkan hadits Utsman ra. : Bahwasanya Nabi saw. mencuci jenggotnya. (HR. Tirmidzi no.31, ia berkata hadist ini ASANSAHIH;

Ibnu Majah no.430; Ibnul Jarud, hal,43; Hakim I:149 dan ia berkata:

SANADNYA SAHIH). Hadist ini disahihkan pula oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban (LIhatTa'liq syarah Sunan Imam alBaghowyI:421).

 

Dari Anas ra. bahwa Nabi saw. bila berwudhu' mengambil seciduk air (ditelapak tangannya), kemudian dimasukkannya kebawah dagunya, lalu ia menyelanyela jenggotnya seraya bersabda:"Beginilah Robbku

'Azza wa Jalla menyusuh aku" (HSR. Abu Dawud, no.145; Baihaqy I:154 dan Hakim I:149). Syaikh AlAlbany berkata Hadist ini sahih (Shahih Jaami'us Shoghiir, No. 4572).

 

Sebagian ulama berpendapat bahwa mencuci jenggot ini wajib, tetapi sebagian mengatakan wajib untuk mandi janabat dan sunnah untuk wudhu, Imam Ahmad termasuk yang menyetujui pendapat terakhir('Aunul Ma'bud I:247).

 

 

 

6.   Membasuh Kedua Tangan Sampai Kesiku.

 

Allah berfirman S.AlMaidah(5):6

Dan basuhlah tangantanganmu sampai siku.

 

Dari Humron bin Abaan bahwa Utsman minta air wudhu', lalu ia menyebut sifat (tatacara) wudhu' Nabi saw., kemudian Humron berkata: Kemudian ia membasuh tangannya yang kanan sampai siku, dilakukan tiga kali dan yang kiri demikian pula. (Lihat hadist yang sama dalam membasuh muka, SAHIH).

 

Dari Nu'aim bin Abdullah Al Mujmir, ia berkata: Aku pernah melihat Abu Hurairah berwudhu', lalu ia menyempurnakanwudhu'nya, kemudian ia membasuh tangan kanannya hingga mengenai bagian lengan atasnya, kemudian membasuh tangan kirinya hingga mengenai bagian lengan atasnya............ dan diakhir Hadist ia berkata: demikianl;ah aku melihat Rasulullah saw. berwudhu' (HSR. Muslim, I:246 atau Shohih Muslim, I:149/Daarul Fikr,cet.).

 

Dari Jabir r.a. bahwa Nabi saw. bila berwudhu' mengalirkan air atas kedua sikunya (HR. Daruquthni, I:15; Baihaqy, I:56). Ibnu Hajar mengatakan Hadist ini Hasan, dan Syaikh AlAlbany berkata SAHIH (Shohih Jaami'us Shoghiir, no.4574.

 

 

8. Mengusap Kepala, Telinga dan Sorban.

 

Allah berfirman: S.AlMaidah (5):6

Dan usaplah kepala kepalamu.

 

Yang dimaksud disini adalah mengusap seluruh kepala, dan bukanlah sebagian kepala (Lihat AlMughni, I:112 & I:176 dan Nailul Authar, I:84 & I:193).

 

Dari Abdullah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. mengusap kepalanya dengan dua tangannya, lalu ia menjalankan kedua tangannya kebelakang kepala dan mengembalikannya, yaitu beliau mulai dari bagian depan kepalanya, kemudian menjalankan kedua tangannya ketengkuknya, lalu mengembalikan kedua tangannya tadi ke tempat dimana ia memulai (HSR. Bukhory I:5455; Muslim I:145; Sahih Tirmidzi No.29; Abu Dawud no.118; Sahih Ibnu Majah no.348; Nasa'i I:7172 dan Ibnu Khuzaimah no.173. Dalam Fathul Baary I:289

no.185. Dalam Nailul Author I:183. Hukumnya WAJIB.

 

TELINGA

Dari Abu Umamah, ia berkata: Nabi saw. pernah berwudhu', lalu beliau membasuh mukanya tiga kali; membasuh kedua tangannya tiga kali dan mengusap kepalanya dan ia berkata: DUA TELINGA ITU TERMASUK KEPALA (HSR. Tirmidzi no.37; Abu Dawud no.134 dan Ibnu Majah no.444). Syaikh Muhammad Nashiruddin alAlbany

berkata: Hadist ini sahih dan mempunyai banyak jalan dari beberapa sahabat (lih.Silsilah Alhaadits Shohihah juz I: 4757).

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan