Jumat, 22 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Kedaulatan Sumber Daya Alam Melalui Peraturan Ekspor Satu Pintu

Perpres Ekspor Satu Pintu lahir 1 Juni, Prabowo tegaskan Marhaenisme Baru demi kedaulatan sumber daya alam.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
SCMP
EKSPOR BARANG- Perpres Ekspor Satu Pintu lahir 1 Juni, Prabowo tegaskan Marhaenisme Baru demi kedaulatan sumber daya alam. 

profile tribunners
PROFIL PENULIS
​Dr. Eko Wahyuanto
Dosen dan Pengamat Kebijakan Publik

TANGGAL 1 Juni 2026 menjadi titik balik palung menentukan bagi tata ekonomi Indonesia. Momentum besar ini bertepatan peringatan hari lahir Pancasila. Dimana pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden, untuk mengunci ekspor komoditas sumber daya alam lewat sistem satu pintu nasional.

​Langkah berani ini merupakan terobosan baru bagi urusan teknis kepabeanan. Sebuah simplifikasi birokrasi guna menekan tingkat kebocoran selama puluhan tahun. Ini pukulan telak Presiden Prabowo Subianto guna menciptakan kedaulatan sumber daya alam nasional yang lama menguap dalam bursa pasar gelap internasional.

​Puluhan tahun kekayaan bumi kita menjadi objek penjarahan legal terstruktur. Emas, nikel, batubara, bauksit, tembaga, hingga kelapa sawit dikuras habis. Pembiaran ini berjalan rapi terbungkus manipulasi laporan angka penuh manipulasi.

​Tiga kejahatan finansial sepele itu berlangsung menghancurkan  fondasi fiskal kita secara sistematis. Praktik curang tersebut meliputi penyelundupan volume muatan, pembajakan harga jual, serta rekayasa setoran pajak korporasi, merugikan keuangan negara.

​Data lapangan menkonfirmasi fakta pahit tentang jurang pemisah muatan ekspor. Terjadi disparitas masif angka manifes pelabuhan domestik dengan catatan bongkar negara tujuan. Ratusan ribu ton mineral mentah keluar tanpa dokumen.

​Eksportir nakal menggunakan taktik pemalsuan harga mentah lewat perusahaan cangkang. Hasil bumi dijual murah ke entitas terafiliasi di wilayah suaka pajak. Komoditas tersebut lalu dilepas ke pasar internasional dengan harga melambung.

​Indonesia akhirnya gigit jari karena hanya mendapatkan remah-remah pendapatan riil. Keuntungan raksasa justru mengalir ke kantong spekulan asing. Ini potret kolonialisme gaya baru yang memiskinkan basis piramida struktur sosial.

​Kebocoran Berkedok Dokumen Resmi

​Presiden Prabowo Subianto membaca distorsi perdagangan komoditas sebagai ancaman ideologi. Pembiaran struktural masa lalu harus dihentikan total. Kebijakan memusatkan kendali niaga ke tangan negara melahirkan tatanan ekonomi yang membela rakyat.

Presiden Prabowo Subianto melihat langkah ini sebagai ​konsep Marhaenisme rumusan Bung Karno. Negara menentang penindasan kapitalisme global. Kaum papa terdahulu kalah akibat keterbatasan alat produksi. Hari ini potret tersebut bertransformasi secara masif dalam wajah modern yang berbeda.

​Rakyat Indonesia secara kolektif adalah pemilik sah hamparan mineral terbesar dunia. Ironisnya hak ekonomi warga diamputasi oleh oligarki domestik. Mereka berkolaborasi erat mengeruk keuntungan bersama kekuatan kapitalis transnasional barat.

Ibarat "Marhaenisme Baru"  lahir diera Presiden Prabowo. Menegaskan konsep nasionalisme ekonomi dengan instrumen kekuasaan. Logikanya sangat tegas bahwa negara dilarang pasif. Kekayaan publik tidak boleh dibiarkan menjadi objek jarahan para pemburu rente komoditas.

​Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan bumi dan air dikuasai sepenuhnya oleh negara. Frasa dikuasai tidak boleh dikerdilkan sebatas menerbitkan lembaran regulasi kertas. Negara wajib memegang kemudi penuh atas distribusi pasar dunia.

​Lewat Perpres Ekspor Satu Pintu, berarti negara bertindak sebagai perisai pelindung hak warga. Kebijakan ini sekaligus menjadi ujung tombak diplomasi dagang. Dekolonisasi riil ini mengonversi hasil bumi menjadi modal kesejahteraan sosial.

​Memutus Rantai Pasok Koruptif

​Amanat niaga satu pintu dirancang untuk memotong habis seluruh jaringan koruptif. Hak eksklusif dagang luar negeri dicabut dari swasta. Kendali dialihkan total pada sistem terpusat untuk mengakhiri kebebasan spekulan mempermainkan kuota.

​Arsitektur baru ini menerapkan pengawasan digital terenkripsi secara ketat di lapangan. Pelacakan dimulai dari mulut tambang, rute logistik darat, hingga manifes lambung kapal kargo. Tiga pilar manipulasi dihancurkan serentak.

Sesuai Minatmu

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved