Tribunners / Citizen Journalism
Pare Kok Rasanya Tidak Pahit?
Bagi sebagian besar orang jika ditanya rasa sayur Paria atau pare? Maka sebagian besar akan menjawab pahit!
Laporan Tribunners, Darmawan Denassa*, dari Gowa, Sulsel
TRIBUNNEWS.COM - Bagi sebagian besar orang jika ditanya rasa sayur Paria atau pare? Maka sebagian besar akan menjawab pahit! Akan tetapi ternyata ada paria yang rasahya tidak pahit, setidaknya ini ada pada Paria Belut (Trichosanthes cucumerina).
Paria Belut bagi warga Sulsel masih terasa asing. Jika lazimnya paria biasa yang terasa pahit menghasilkan buah dengan ukuran 15-30 cm, maka Paria Belut umumnya menghasilkan buah 150 cm bahkan lebih. Dari ukuran buah yang menjuntai turun inilah hingga disebut paria belut. Layaknya paria bisa paria jenis ini ditanam untuk dibuat sayur.
Sejak 2011 beberapa warga di Gowa khususnya di Kec. Bontonompo telah akrab dengan tanaman asli Asia Tenggara ini. Awal kedatangan paria jenis ini ke Bontonompo, pada tahun 2010 ketika benihnya saya bawa dari Taman Buah Mekarsari Cileungsi Kab. Bogor. Ditanam di Rumah Hijau Denassa (RHD) kemudian di sebarkan staf pendidikan Gowa Sahabuddin Daeng Lira, ke salah seorang guru SDN Kalase'rena Daeng Lagu. Dari dialah bibitnya menyebar hingga kebeberapa daerah di Sulsel seperti Bone dan Takalar.
Sekarang Paria ini dapat dibeberapa tempta salah satunya di SDN Bontorikong Kab. Gowa yang ditanam salah seorang guru Ramli Daeng Jarung. "Sudah banyak pihak yang sengaja singgah mengamati buahnya yang unik karena panjang dan berbau wangi" kata Daeng Jarung yang juga gemar merawat dan mengembangkan tanaman.
*Darmawan Denassa adalah Direktur The Gowa Center
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.