Senin, 8 Juni 2026

Blog Tribunners

Mengenal Lebih Dekat Kotagede dan Pesonanya

Kotagede merupakan primadona yang menjadi maskot wisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: atsna naima
zoom-inlihat foto Mengenal Lebih Dekat Kotagede dan Pesonanya
Istimewa
Salah satu tempat yang sering menjadi objek foto para wisatawan di Kotagede.

TRIBUNNERS - Kotagede merupakan primadona yang menjadi maskot wisata Daerah Istimewa Yogyakarta selain Malioboro, Parangtritis, Kraton, Prambanan, Kaliurang.

Seperti yang kita ketahui bahwa Yogyakarta adalah daerah yang kaya akan objek wisata memikat di Indonesia, bahkan menjadi tempat favorit tujuan wisata lokal maupun mancanegara.

Keunikan dan ciri khas dari Yogyakarta yang kental akan tradisi adat dan budaya lokal yang berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia, selain itu kuliner yang bercita rasa tinggi serta kerajinan tangan penduduk lokal yang menarik.

Kotagede adalah salah satu dari ciri khas Yogyakarta yang merupaka kota sebagai tujuan wisata budaya yang masih kental dengan unsur-unsur sejarah.

Semula Kotagede merupakan nama sebuah kota yang menjadi Ibukota Kerajaan Mataram Islam, selanjutnya kerajaan itu terpecah menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Wilayah Kecamatan Kotagede sebagian merupakan bagian dari bekas Kota Kotagede ditambah dengan daerah sekitarnya. Mengunjungi Yogyakarta belum lengkap jika tak mampir ke Kotagede.

Kota Perak merupakan julukan untuk Kotagede yang terkenal dengan kerajinan peraknya, bahkan kerajinan perak Kotagede sudah menembus pasar mancanegara.

Kerajinan perak menjadi ciri khas daerah Kotagede dan juga sebagai mata pencaharian utama masyarakat Kotagede.

Ketika memasuki kawasan Kotagede, para wisatawan sudah langsung bisa menikmati berbagai kerajinan perak di sepanjang jalan Kotagede.

Bisa dilihat di sepanjang jalan utama berjajar toko-toko yang menjajakan kerajinaan Perak Kotagede. Kata perak dan silvertertera di kanan-kiri jalan utama seperti Jalan Kemasan sampai Jalan Tegal Gendu.

Para wisatawan langsung dapat menikmati kerajinan perak tersebut di galeri atau toko perak seperti HS Silver, Tom Silver, Permata Silver, Brilliant Silver, Anshor Silver dan toko perak kecil-kecilan yang dipajang di teras depan rumah penduduk dengan jenis dan harga yang beraneka ragam.

Bila ditelusuri lebih jauh Kotagede tak hanya dikenal sebagai kota perak saja karena Kotagede memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Kota tua peninggalan kerajaan Mataram Islam menjadi salah satunya yang bersisihan dengan bangunan-bangunan berarsitektur unik milik para konglomerat jaman dahulu, yang disebut sebagai kaum Kalang.

Adanya peninggalan kraton, benteng, masjid, pasar serta makam merupakan bukti Kotagede memiliki tata ruang dan komponen-komponen sebagai pusat pemerintahan kerajaan, namun untuk sekarang hanya tinggal sisa-sisa berupa reruntuhan batu bata yang berserakan.

Tak cukup sampai disitu untuk mengetahui pesona dari kotagede, di sebelah utara terdapat pasar tradisional yang telah berdisi sejak abad ke 16.

Pasar kota Kotagede atau lebih dikenal sebagai Pasar Legi karena puncak keramaiannya selalu terjadi pada hari-hari pasaran Legi. Namun bukan hanya hari Legi saja pasar ini buka karena keriuhan pasar Kotagede bisa dirasakan setiap hari. Bahkan setiap sore menjadi pasar kuliner yang berbagai jajanan tradisional hingga lauk pauk dijajakan di sini.

Yang paling penting disini yaitu tempat wistata yang sering dikunjungi dan pasti nyesel jika tak berkunjung.

Pertama, Masjid Agung Mataram konon masjid ini merupakan masjid tertua di Yogyakarta masjid dengan tampilan kuno dan penuh sejarah masih difungsikan sampai sekarang.

Tak jauh dari masjid ada Makam Raja-raja Mataram, merupakan tempat yang biasa untuk berziarah. Makam ini menjadi tempat di makamkannya raja Mataram Islam pertama yaitu Panembahan Senopati beserta keluarganya.

Selanjutnya memasuki wilayah selatan Kotagede, di daerah sekitar kampung Dalem dan Alun-alun yang masih dilingkupi suasana magis serta suasan sakral yang masih begitu pekat, disini kita bisa melihat tembok beteng tebal, pohon beringin tua serta bangunan-bangunan joglo berusia ratusan tahun.

Dari selatan kita beralih ke sebelah barat, disini bisa menjelajah gang-gang sempit yang menyisakan kejayaan saudagar perak masa lalu.

Ada pula Omah Kalang yang merupakan rumah orang-orang kaya yang besar dan mewah, rumah yang identik dengan ukiran-ukiran yang dipahatkan pada bangunan yang memperlihatkan sebagai rumah mewah.

Adapula Rumah Kanthil atau orang sekitar menyebutnya Omah Kanthil atau rumah kosong yang mistis atau tak berpenghuni, namun rumah ini malah menjadi tujuan wisata beberapa wisatawan yang berkunjung ke sana.

Berjalan-jalan tak lengkap jika tak mencicipi kuliner Kotagede ataupun makanan khas Kotagede, berikut beberapa kuliner di Kotagede ada gudeg Kotagede, wedhang ronde, sate Karang, emping Kotagede, es sidosemi, bakso Kotagede, Coklat Monggo, Coklat Java dan kipo Kotagede.

Jika berkunjung di Kotagede tak puas hanya mengunjungi satu atau dua tempat saja karena ketika memasuki wilayah Kotagede suasana sejarah terasa kental dan itu kita temui di sepanjang jalan yang ada di Kotagede, rumah-rumah yang berbangunan tradisional dan unik serta masyarakat yang ramah-ramah.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved