Blog Tribunners
Pembelajaran yang Bisa Diambil Dari Film Republik Twitter
Film Republik Twitter adalah film yang menceritakan kisah pengejaran cinta yang dilakukan Sukmo untuk mendapatkan hati Hanum.
Penulis:
Indan Kurnia Efendi
TRIBUNNERS - Film Republik Twitter adalah film yang menceritakan kisah pengejaran cinta yang dilakukan Sukmo untuk mendapatkan hati Hanum.
Sukmo adalah seorang mahasiswa tingkat akhir asal Yogyakarta yang bisa dibilang Twitterholic, setiap tweetnya mampu membuat orang merasa tertarik.
Sampai dia bertemu dengan Hanum seorang wartawati di Twitter. Dimulai dengan pembicaraan-pembicaraan kecil hingga mereka sangat akrab di Twitter.
Sukmo memutuskan untuk pergi ke Jakarta guna bertemu dengan Hanum.
Tetapi dalam perjalanannya mengejar cinta Hanum, Sukmo mendapat berbagai halangan dan pengalaman baru.
Atas kemampuannya yang mampu menjadikan 140 karakter tweet menjadi sesuatu yang luar biasa, seorang pembisnis dalam bidang agen komunikasi merekrutnya.
Disana Sukmo dan teman-teman sepekerjaannya melakukan pencitraan terhadap seseorang di twitter. Goal mereka adalah menjadikan kliennya menjadi tranding topic di Twitter.
Adanya permasalahan yang mendra membuat Sukmo patah arah dan memutuskan kembali ke Yogyakarta, tetapi dengan bantuan temannya, semua masalah Sukmo teratasi dan akhirnya Sukmo mendapatkan cinta Hanum.
Dalam film Republik Twitter terjadi suatu contoh komunikasi politik. Disana Sukmo dan teman-teman pekerjaannya bertindak sebagai komunikator yang menyampaikan pesan pencitraan kepada khalayak Twitter.
Pesan yang disajikan adalah pengangkatan nama baik seseorang dengan cara menjelaskan kebaikan-kebaikannya. Meskipun cara menjadikan tranding topic dilakukan dengan cara yang tidak murni, tetapi setelah menjadi tranding topic orang-orang akan mengetahui hal tersebut dan membuat nama menjadi terkenal.
Media twitter merupakan media yang mempunyai khalayak besar, apapun yang yang di informasikan akan tersebar dengan cepat.
Apalagi jika menjadi tranding topic, kemampuan orang untuk mengetahui informasi tersebut akan lebih cepat.
Seorang pengguna twitter akan percaya mengenai suatu hal jika menjadi tranding topic. Semakin banyak orang membicarakan suatu hal maka tingkat penyebarulasan informasinya pun akan semakin cepat.
Dalam film Republik Twitter terdapat 3 komunikator politik, yaitu politikus, profersional dan aktivis.
- Politikus dalam film Republik Twitter yang menjadi politikus adalah orang yang meminta Sukmo agar namanya menjadi tranding topic di twitter. Dengan namanya menjadi tranding topic diharapkan tujuannya untuk mendapatkan suatu jabatan dapat terlakssana.
- Profesional dalam film Republik Twitter adalah Sukmo, teman-teman sepekerjaannya dan Hanum sebagai jurnalis. Disini Sukmo dan teman-teman sepekerjaannya mempunyai kemampuan komunikasi untuk mengangkat nama seseorang di twitter. Dengan segala rangkaian kata-katanya di twitter, public seakan-akan dibuat percaya. Selain Sukmo, Hanum yang sebagai jurnalis juga merupakan seorang professional yang mampu membuat informasi ke media.
- Aktivis dalam film Republik Twitter yang menjadi aktivis adalah para pengguna twitter. Mereka akan melihat informasi-informasi yang dibuat oleh Sukmo dan mereka akan membawa informasi tersebut ke orang lain. Seolah-olah pengguna twitter yang melihat informasi Sukmo menjadi penerus informasi kepada khalayak yang lainnya.
Tetapi ada hal negatifnya yaitu kecerdasan strategi tersebut ketika pelaksanaannya merupakan hal yang licik. Dalam tweet-tweet Sukmo tidak 100% benar mengenai sifat-sifat orang yang diangkat namanya.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.