Jumat, 1 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Mengenal Virga dan Bahayanya Bagi Penerbang

Presipitasi atau hujan merupakan fenomena alam yang sering terjadi, dimana tetes-tetes air yang terkandung dalam awan jatuh ke permukaan bumi.

Tayang:

Ditulis oleh : Alif Kurniawan, Penulis adalah Taruna Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

TRIBUNNERS - Presipitasi atau hujan merupakan fenomena alam yang sering terjadi, dimana tetes-tetes air yang terkandung dalam awan jatuh ke permukaan bumi.

Tetes-tetes air ini tidak selamanya jatuh ke permukaan bumi, akan tetapi tetes-tetes air ini terkadang juga bisa menguap di atmosfer, fenomena inilah yang disebut dengan virga.

Dalam ilmu meteorologi, virga adalah presipitasi atau hujan yang tidak sampai kepermukaan bumi karena menguap di atmosfir.

Penguapan yang terjadi disebabkan karena adanya pemanasan suhu di atmosfer. Panas ini menyebabkan molekul-molekul saling bertumbukan dan pada saat tumbukan molekul ini saling bertukar energi.

Ketika salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup untuk menembus titik didih cairan maka molekul tersebut berubah menjadi uap dan terjadilah penguapan.

Virga sendiri memiliki ciri khas yang bentuknyanya seperti tirai yang menjuntai dari awan. Virga muncul seperti ekor atau jejak dari awan yang menggapai permukaan tanah, kadangkala membentuk awan seperti ubur-ubur.

Walaupun ada fenomena virga yang terjadi dan begitu indah jika di amati akan tetapi siapa sangka fenomena tersebut justru bisa menjadi berbahaya bagi dunia penerbangan.

Salah satu dampak bahaya yang bisa ditimbulkan dari virga yaitu microburst. Microburst adalah sebuah downdraft (angin yang menghempas kebawah) dalam skala kecil dan sangat intens yang turun ke tanah yang menyebabkan perbedaan atau penyimpangan angin yang kuat.

Microburst dibagi menjadi dua yaitu microburst kering dan basah, microburst yang dihasilkan dari virga merupakan microburst kering.

Area yang diliputinya biasanya kurang dari 4 kilometer. Microburst mampu menghasilkan angin lebih dari 100 mph yang bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan bagi pesawat yang melintasinya atau apapun yang ada di bawahnya. Rentang waktu terjadinya sebuah microburst adalah sekitar 5-15 menit.

Bagaimana microburst kering ini bisa terjadi saat virga?

Fenomena virga sebetulnya serupa dengan hujan pada umumnya akan tetapi karena hujan ini tidak sampai ke permukaan bumi maka disebutlah virga.

Pada saat hujan turun inilah microburst bisa terjadi, hujan yang turun bercampur dengan udara kering dan ditambah dengan lingkungan bersuhu panas menyebabkan tetes-tetes air mulai menguap dan proses penguapan ini mendinginkan udara.

Udara sejuk tersebut turun dan mengalami percepatan saat mendekati tanah. Ketika udara sejuk tadi mendekati tanah, ia akan menyebar ke segala penjuru dan penyimpangan arah angin inilah yang disebut microburst.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved