Rabu, 13 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Prihatin Atas Polemik Audisi Bulutangkis yang Diselenggarakan PB Djarum

Segera ada yang dapat memediasi agar PB Djarum dan KPAI mempunyai titik temu dan punya solusi yang terbaik untuk Olahraga Bulutangkis.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
ist
Penerima Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 

Bulutangkis versus perlindungan anak.

Permasalahan rokok/tembakau masih kontroversial di Indonesia, terutama menyangkut lapangan kerja dan pajak.

Hampir sama sulitnya dengan masalah pelanggaran HAM yang penyelesaiannya harus disesuaikan dengan banyak hal.

Kedua belah pihak sebenarnya sama bagusnya, namun ada hal yang belum tercapai kesepakatan mengenai masalah "Eksploitasi Anak".

Masyarakat sebaiknya diberikan pemahaman yang jelas dan komprehensif terkait eksploitasi pada anak.

Apa indikator yang menyatakan bahwa Audisi yang dilakukan oleh PB Djarum adalah merupakan tindakan eksploitasi.

Secara harfiah sudah sangat jelas pengertian eksploitasi anak sesuai dengan UU Perlindungan Anak.

Segera ada yang dapat memediasi agar PB Djarum dan KPAI mempunyai titik temu dan punya solusi yang terbaik untuk kepentingan Anak dan Bangsa Indonesia serta Olahraga Bulutangkis.

Sejak lahir setiap anak mempunyai bakat, minat dan kekayaan intelektual yang diberikan Tuhan berbeda.

Minat bakat dan intelektual sebaiknya distimulasi dan dikembangkan sedari kecil agar dapat optimal pada tumbuh kembangnya.

Olahraga Bulutangkis merupakan salah satu cabang yang membuat nama Indoensia dikenal dunia.

Banyak anak Indoensia yang mempunyai minat bakat bulutangkis, namun dikarenakan ketidakmampuan ekonomi berakibat matinya bakat dan masa depan mereka.

Audisi yang dilakukan oleh PB Djarum hanyalah salah satu usaha untuk memberikan jalan bagi mereka yang berbakat dan mengembangkan karir.

Apabila ada konflik dikarenakan regulasi sebaiknya ada SOLUSI terbaik untuk anak dan Olahraga Bulutangkis sebagai salah satu media mengembangkan minat bakat serta karir sekaligus mengharumkan nama bangsa.

Salah satu solusi alternatifnya adalah mengubah nama kegiatan Audisi Djarum Foundation menjadi Audisi Badminton Berprestasi atau dalam bentuk lain dan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo termasuk brand image produk tembakau/iklan, promosi, dan sponsorship (IPS) (pasal 36 PP 109 tahun 2012 ayat (1) dan (2))

Semoga ini semua tidak ditunggangi oleh oknum kelompok "nakal" akibat persaingan bisnis
(bisnis tembakau sedang bergejolak di beberapa negara).

Point penting lain adalah Pemerintah sangat fokus pada pembinaan Minat Bakat di semua jalur (formal informal non formal dll) dan itu semua terbukti dengan adanya pencanangan badan baru yang digagas oleh Pemerintah yaitu Badan Nasional Talenta.

Catatan Kecil

Olahraga bulutangkis merupakan salah satu cara untuk menyembuhkan ketergantungan narkoba, membantu anak-anak berkebutuhan khusus dan menjadi salah satu therapy.

Mari bergandeng tangan dan membuka hati agar kita semua bisa berikan yang terbaik dan selamatkan anak bangsa.

PR tentang pemenuhan dan perlindungan anak sangat banyak, apalagi kejahatan Cyber Crime menyisakan pemikiran serta kejahatan anak secara nyata di depan mata (Narkoba, PORNOGRAFI, Kekerasan seksual, Radikalisme, dokrin penyimpangan pemahaman tentang agama dll).

Selamatkan Anak
Selamatkan Bangsa Indonesia

Penulis:
Erlinda
Ketua Indonesia Child Protection Watch
Komisioner KPAI Periode 2014 - 2017
Wasekjen Syarikat Islam
Humas Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ)

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved