Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Pam Swakarsa: Menakutkan ?

Community policing menjadi semakin penting dewasa ini ketika Polri terkesan menjadi terlalu penegakan hukum.

ISTIMEWA
Reza Indragiri Amriel 

Oleh: Reza Indragiri Amriel
Peserta Community Policing Development Program Jepang


TRIBUNNEWS.COM
- Tanyalah dulu kepada Kapolri, pam swakarsa macam apa yang ingin beliau bangun.

Kalau yang dimaksud adalah membangun kelompok-kelompok sadar hukum dan berinisiatif menciptakan keamanan-ketenteraman di lingkungan sekitar, maka boleh jadi itu merupakan realisasi perpolisian masyarakat (community policing).

Jika demikian adanya, maka ini justru saya pandang positif.

Pasalnya, sudah lama sekali Polri tidak lagi mengusung community policing sebagai filosofi kerjanya.

Baca juga: Wacana Listyo Sigit Prabowo Bentuk Pam Swakarsa, Guru Besar Unpad Muradi: Saya Tidak Khawatir

Beda dengan Kapolri sekian periode silam.

Community policing menjadi semakin penting dewasa ini ketika Polri terkesan menjadi terlalu penegakan hukum.

Itu pun kerap dikritik karena Polri dianggap publik punya persoalan besar terkait procedural justice dan distributive justice.

Nah, kedua isu itu bisa diatasi lewat digencarkannya kembali community policing.

Esensi lain pam swakarsa, jika dibangun secara konstruktif, juga merefleksikan perlibatan masyarakat.
Dalam kerja polisi, partisipasi adalah adalah salah satu unsur penting di samping fairness, neutrality, respect, dignity, dan trustworthy.

Baca juga: Kritik Keinginan Listyo Sigit Aktifkan Kembali Pam Swakarsa, Kontras: Bisa Picu Konflik Horizontal

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved