Tribunners / Citizen Journalism
Pentingnya Edukasi Penyakit Mulut Kuku agar Tidak Mengurangi Esensi Idul Adha
Masyarakat dibuat khawatir mengenai merebaknya pemberitaan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang dijadikan kurban.
Editor:
Daryono
Untuk pengemasan daging kurban sebaiknya menggunakan plastik polyethylene transparan yang bersih atau dapat juga menggunakan besek bambu memiliki sifat antibakteri. Pengemasan daging dan jeroan harus terpisah, usahakan daging dan jeroan tidak dibiarkan pada suhu ruang (25°-30 °C) lebih dari 4 jam. Daging yang akan disimpan tidak perlu dicuci dengan air untuk menghindari kontaminasi bakteri dari air. Penyimpanan daging sebaiknya sebaiknya dilakukan di freezer pada suhu -18°C dan dapat bertahan selama 5-9 bulan. Sedangkan untuk pengolahan daging agar aman dikonsumsi harus dipastikan dimasak dengan matang keseluruhan, dan dimasak minimal pada suhu 71°C agar semua virus dan bakteri mati, namu tetap mempertahankan nutrisi, tekstur dan cita rasa daging.
Pemberian edukasi dan pengetahuan ke masyarakat harus tepat mengenai pencegahan PMK, penanganan, dan pengolahan daging hewan kurban oleh otoritas kesehatan terkait, akademisi dan pemerintah setempat. Hal ini ditujukan agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan penyebaran dan penularan penyakit PMK.
Selain itu, yang terpenting adalah di momen Idul Adha tahun ini, masyarakat dapat dengan tenang merayakan hari raya kurban tanpa mengurangi esensi dari makna Idul Qurban yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan juga mendekatkan diri kepada sesame manusia melalui berbagi daging kurban yang sehat dan bebas PMK. (*)
Sumber: TribunSolo.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.