Tribunners / Citizen Journalism

Meng-4G-kan Seluruh Wilayah Nusantara

Keputusan Pemerintah RI memastikan tulang punggung ekonomi nasional pada jaringan 4G pun menjadi sebuah keniscayaan

Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Persiapkan Tambahan BTS 4G-1 sd 3: Komitmen Telkomsel untuk mendukung penguatan ekosistem gaya hidup digital di Indonesia dengan secara konsisten menambah pembangunan BTS Broadband 4G LTE sekitar 23.000 unit di seluruh Indonesia. BTS 4G yang akan dibangun Telkomsel sepanjang 2020 juga akan menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses jaringan hingga 3 kali lipat dari BTS 4G reguler yang sebelumnya. 

Oleh Moch S. Hendrowijono *)

SEIRING makin digitalnya masyarakat, tarif tidak lagi menjadi keluhan tertinggi pengguna internet di Indonesia, melainkan koneksi jaringan yang lambat dan terputus-putus. Fakta itu mencuat setelah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) membuat survei Profil Internet Indonesia 2022.

Lebih dari 7.500 responden yang tersebar di seluruh Indonesia, sebanyak 54,32 persen mengaku mengalami gangguan koneksi lambat, sekitar 32,35% mengeluh soal koneksi internet yang terputus-putus. Artinya, lebih dari 80%, atau mayoritas pengguna paling sebal jika kecepatan jaringan internet mereka tidak sesuai harapan.

Padahal, jaringan telekomunikasi telah berubah fungsi dari transmisi voice dan pesan menjadi data, sehingga tidak heran jika tuntutan pengguna juga berubah, lebih mementingkan akses internet untuk berbagai keperluan. Apalagi lagi sejak terjadi pandemi Covid-19, sebanyak 42,46% pengguna mobile internet mengeluarkan biaya pemakaian internet lebih dari biasanya.

Baca juga: Warga Desa 3T Kini Bisa Akses Internet 4G, Caranya Tinggal Ajukan Usul kepada Bakti Kominfo

Dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 50.000,00 hingga Rp 100.000,00 per pelanggan (menurut pengakuan 46,8% responden APJII), pastimya mereka menuntut mutu jaringan yang semakin baik.

Polling yang dilakukan situs SinyalMagz.com kepada audiensnya tentang hal yang paling penting dari layanan operator telekomunikasi makin memastikan temuan APJII. Sebanyak 64% lebih concern terhadap kecepatan jaringan, sementara 19% masih soal tarif dan 17% tentang jangkauan.

Parameter umum kualitas jaringan, baik ITU (International Telecommunications Union), maupun FCC (Federal Comunications Commision) adalah berdasarkan kecepatan unduh dan unggah. Seluruh operator di dunia sepakat melakukan pengukuran atas dua parameter tadi.

Keputusan Pemerintah RI memastikan tulang punggung ekonomi nasional pada jaringan 4G pun menjadi sebuah keniscayaan. Ekonomi tradisional mulai berubah menjadi ekonomi digital, terjadi di mana-mana.

XL Axiata dan Telkomsel

Bakti (Badan Aksesbibilitas Telekomunikasi Indonesia) Kementerian Kominfo selama tahun 2022 intensif membangun menara BTS hampir di seluruh daerah Indonesia yang selama ini tidak terjangkau sinyal operator seluler.

Halaman
123

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved