Rabu, 22 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Global Views

Amerika Berusaha Bungkam Media Rusia

Secara sistematis aparatur hukum AS menyelidiki, memeriksa, dan menekan jaringan media serta koresponden media Rossiya Segodnya di negara itu.

|
Editor: Setya Krisna Sumarga
Gavriil GRIGOROV / POOL / AFP
Dalam foto yang disediakan media Rusia Sputnik, Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan wawancara kepada pembawa acara talk show AS Tucker Carlson di Kremlin di Moskow pada 6 Februari 2024. 

Inilah masalah sesungguhnya. Ancaman serius bagi Rusia yang membuat Vladimir Putin pada akhirnya berpikir untuk mencegah hal itu sebelum benar-benar terjadi.

Operasi khusus militer ke Ukraina yang dimulai 24 Februari 2024 kini menciptakan perimeter lebar dan luas, yang bisa menjauhkan rudal-rudal NATO tepat di garis perbatasan Rusia-Ukraina.

Wilayah Donbas di timur Ukraina telah resmi bergabung dan diterima ke Federasi Rusia, menyusul wilayah Krimea bertahun sebelumnya.

Operasi militer Rusia terus berlanjut di Ukraina, dengan target utama memaksa Ukraina dudu di meja perundingan dan menyepakati masalah-masalah krusialnya.

Rusia menghendaki Ukraina jadi negara netral, tidak bergabung ke Uni Eropa maupun NATO, dan membersihkan elemen-elemen militernya dari kekuatan neo-Nazi.

Jika ini tercapai, perang akan berakhir, dan Rusia memastikan halaman depan wilayahnya tidak dibanjiri militer NATO.

Inilah realitas sejarah yang jarang disentuh media arus utama barat, dan sebaliknya menjadi komoditas yang dinarasikan secara baik oleh media global Rusia.

Kekuatan jaringan media Rusia di bawah Rossiya Segodnya kini memang telah melampaui jangkauan CNN, BBC, dan lain-lain yang menjalankan kebijakan sudut pandang barat.

Tara Reade menegaskan, persekusi dan upaya membungkam media Rusia justru meningkatkan reputasi jaringan Rossia Segodnya sebagai perusahaan media jurnalistik yang sangat bagus yang secara efektif menjangkau audiensnya di berbagai benua.

Memerangi media dalam konteks apapun, akan membuat Amerika dan barat semakin mengokohkan diri sebagai kekuatan hegemonik yang ogah menerima kenyataan tatanan dunia telah berubah.(Tribunnews.com/Setya Krisna Sumarga)

 

 

 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved