Tribunners / Citizen Journalism
Ekonomi Rusia Kebal Sanksi Barat, Tapi Mengapa Indonesia Justru Terjatuh?
Perekonomian Rusia yang semestinya terpuruk akibat sanksi Barat justru mencatat pertumbuhan ekonomi yang signifikan di 2024 menyentuh 3,8 persen.
Sementara Indonesia perlu mempercepat reformasi struktural, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan mendiversifikasi basis ekonomi agar tidak terjebak dalam siklus komoditas.
Pada akhirnya, ketahanan ekonomi sejati tidak diukur dari pertumbuhan kuartalan semata, melainkan dari kemampuan sebuah bangsa untuk bertransformasi menghadapi perubahan zaman. Rusia mungkin bertahan hari ini, tetapi dengan harga yang mahal untuk masa depannya.
Indonesia, meski menghadapi tantangan, masih memiliki modal besar untuk bangkit lebih kuat - asalkan memiliki keberanian untuk melakukan perubahan yang diperlukan.
Pelajaran pentingnya: dalam ekonomi global yang saling terhubung, tidak ada negara yang kebal terhadap guncangan.
Yang membedakan adalah kesiapan dan kemampuan beradaptasi. Dan dalam hal ini, Indonesia masih memiliki peluang untuk menulis narasi yang lebih baik daripada Rusia - jika kita bijak memanfaatkan momentum.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sudut-Kota-Kremlin-Rusia.jpg)