Rabu, 6 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Analisis Discourse of Renewal Theory dalam Pemulihan Citra Polri: Kasus Eks Kapolres Bima

Polri kembali menjadi sorotan publik melalui kasus yang melibatkan mantan Kapolres Bima. 

Tayang:
Editor: Dodi Esvandi
HO/IST/Abdi Ryanda Shakti
Dwi Restra Widyaningtyas, Mahasiswa Prodi Magister Ilmu Komunikasi FISIP UMJ 

Dalam menangani kasus yang dialami oleh oknum anggota Polri (Eks Kapolres Bima), Polri nampaknya menggunakan etika komunikasi sesuai prosedur dan tatanan semestinya. 

Hal ini terlihat dari beberapa pola komunikasi publik yang diedarkan seperti press release, press confrence, dan beberapa pola komunikasi lainnya yang bertujuan bukan hanya untuk klarifikasi tetapi sebuah perpanjangan pesan dalam mengupayakan solusi konkrit. 

Melalui etika komunikasi yang terstruktur, terukur dan profesional, maka hal tersebut mampu memberikan angin segar dalam upaya pengembalian kepercayaan dan citra Polri.

Pemahaman mengenai etika komunikasi kemudian tidak terlepas dari pilar keempat yang mana memiliki keterkaitan antara visi prospektif dan visi retrospektif.

Visi prospektif dan retrospektif memiliki peranan penting. 

Adapun peranan ini merujuk pada upaya pemisahan antara Polri sebagai instansi yang besar dengan oknum yang mampu mengganggu dan merusak citra. 

Proses ini dikatakan sebagai upaya reparasi citra yang mana tentu dilakukan oleh Polri melalui beberapa tahap seperti pemberhentian tidak dengan hormat oknum (Eks Kapolres Bima) sehingga menjauhkan keterlibatan kepentingan pribadi yang menyimpang dengan citra Polri itu sendiri. 

Di sisi lain poin ini juga mentitikberatkan pada bagaimana instansi mampu membangun sebuah struktur dan strategi baru guna sebagai proses reparasi citra. 

Pada kasus ini Polri memberlakukan beberapa kebijakan yang mana berkaitan dengan kasus krisis komunikasi seperti pelaksanaan tes urine pada seluruh anggota Polri

Terlihat jelas bahwa strategi yang diangkat merupakan sebuah upaya dari retrospektif dalam membangun visi citra yang lebih baik di mata publik.

Visi citra yang baik di mata publik kemudian berkaitan dengan pilar terakhir yakni efektivitas retorika. 

Menjadi jawaban dari semua pilar, efektifitas retorika memiliki keterkaitan erat dengan bagaimana instansi Polri memahami secara mendalam strategi komunikasi, pola komunikasi hingga solusi komunikasi yang mampu memberikan pengaruh terhadap citra Polri

Melihat retorika komunikasi yang telah dijalankan dari awal oleh instansi Polri terkait kasus yang dilakukan oleh Eks Kapolres Bima maka dapat dikatakan bahwa instansi ini memiliki wawasan yang mumpuni terhadap identifikasi teori-teori Revisiting The Discourse of Renewal Theory. 

Perlu digarisbawahi bahwa dalam mempertahankan Renewal Theory yang baik perlu adanya konsistensi terhadap retorika. 

Keberlangsungan retorika yang baik oleh instansi Polri secara perlahan mampu mengembalikan kepercayaan dan citra instansi itu sendiri. 

Sumber: Tribunnews.com

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved