Tribunners / Citizen Journalism
Harga BBM Naik
Rakyat Rumput Kering
Harga BBM bersubsidi memang tidak naik. Tapi harga BBM non-subsidi naik. Naiknya pun ugal-ugalan.
Kondisi bertambah parah ketika tertutup sudah saluran-saluran bersuara. Tak ada kanalisasi.
Parpol-parpol membeo penguasa. Suara-suara kritis dibungkam begitu rupa dengan teror air keras dan laporan pidana.
Andrie Yunus disiram air keras matanya. Saiful Mujani, Islah Bahrawi, Feri Amsari dan Ubedilah Badrun dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Banyak pejabat yang pongah dan arogan pernyataannya. Teddy Wijaya, misalnya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan menggejala, suara-suara yang tersumbat itu akan jadi letupan. Ledakan. Luapan.
Air yang terbendung akan membuncah menjadi bah. Rakyat rumput kering pun akan benar-benar menyala.
Prabowo, jangan sampai lengah. Rakyat rumput kering terancam menyala. Mereka harus dihijaukan.
Caranya? Terserah Anda. Mundur bersama Gibran pun tak masalah. Daripada lebih percaya pada pembisik yang ABS saja.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dampak-Konflik-di-Iran-Warga-Serbu-SPBU-di-Kota-Malang_20260306_173813.jpg)