Tribunners / Citizen Journalism
Bertahan Menyerang Swasembada Energi
Di saat banyak negara kesulitan memenuhi pasokan migasnya gegara perang Iran-AS/Israel, Indonesia diam-diam melobi Rusia dan mendapat pasokan migas.
"Di era kondisi dunia yang hampir semua sekarang menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa (penemuan) ini anugerah yang diberikan, dan kita harus betul-betul fokus dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak baru."
“Apa strateginya?”
“Bertahan menyerang,” jawabnya lugas.
Bahlil menganalogikan ibarat permainan sepakbola, selain bertahan dengan mengoptimalkan sumur-sumur lama yang ada, maka pada saat yang bersamaan juga aktif menemukan potensi baru eksplorasi.
Akhirnya kita paham. Ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan energi. Ini soal siapa atau tim yang lebih disiplin, agresif, dan pantang menyerah adalah yang paling dekat dengan kemenangan.
Dalam evaluasinya, Bahlil pernah menyoroti tim yang memiliki pertahanan kuat namun lemah dalam penyerangan.
Begitu pun sebaliknya. Sehingga ia menegaskan perlunya keseimbangan pertahanan yang solid dengan intensitas serangan yang tinggi.
Pandangan ini menurut saya lebih moderat, bahwa “menyerang” tidak hanya bertujuan mencetak gol, tetapi juga strategi mencegah lawan membangun serangan balik. Biar sejarah yang kelak mencatatnya. *(Rusman Madjulekka).
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-222.jpg)