Rabu, 20 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Kebangkitan Nasional di Ujung Integritas Pendidikan

Ketua Bidang Pengkaderan IKAL-Lemhannas 2026-2031, aktif kajian kebangsaan, karakter, ketahanan nasional, domisili Tangsel.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
Ir. Ibnu Prakoso, M.Sos. 
profile tribunners
PROFIL PENULIS
Ir. Ibnu Prakoso, M.Sos
Ketua Bidang Pengkaderan IKAL-Lemhannas 2026-2031, Aktif dalam kajian kebangsaan, penguatan karakter, dan isu ketahanan nasional, domisili di Tangerang Selatan

SETIAP BANGSA memiliki titik-titik penting dalam sejarahnya yang menjadi penanda arah perjalanan ke depan. 

Bagi Indonesia, Kebangkitan Nasional bukan sekadar peristiwa historis, melainkan momentum kesadaran kolektif untuk membangun masa depan yang lebih bermartabat.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, makna kebangkitan tidak lagi hanya dimaknai sebagai perlawanan terhadap penjajahan fisik, tetapi juga sebagai upaya membangun kualitas manusia yang menjadi fondasi bangsa.

Dalam konteks ini, pendidikan memegang peranan yang sangat strategis.

Namun, pertanyaan mendasar yang patut kita ajukan adalah: apakah pendidikan kita hari ini benar-benar menjadi ruang pembentukan manusia yang berintegritas?

Dalam beberapa waktu terakhir, ruang publik diwarnai oleh berbagai polemik yang bersinggungan dengan dunia pendidikan, mulai dari keaslian, legitimasi, hingga integritas.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya terletak pada akses dan kualitas, tetapi juga pada kepercayaan yang mulai tergerus.

Kepercayaan adalah fondasi yang tidak terlihat, tetapi menentukan kuat atau rapuhnya sebuah sistem.

Ketika kepercayaan terhadap pendidikan mulai dipertanyakan, maka yang terancam bukan hanya institusi, tetapi juga masa depan generasi yang dibentuk di dalamnya.

Saya memandang bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap ringan.

Pendidikan tidak boleh direduksi sekadar menjadi simbol administratif yang diwakili oleh ijazah atau sertifikat.

Lebih dari itu, pendidikan adalah proses pembentukan karakter, yang menuntut kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan.

Dalam konteks Kebangkitan Nasional, integritas pendidikan menjadi kunci yang tidak dapat diabaikan.

Kebangkitan tidak akan memiliki makna jika tidak ditopang oleh kualitas manusia yang berkarakter.

Sebaliknya, kemajuan tanpa integritas hanya akan melahirkan kemajuan yang rapuh.

Di era keterbukaan informasi, masyarakat semakin kritis dalam menilai berbagai hal, termasuk rekam jejak pendidikan. 

Hal ini merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

Namun di sisi lain, kondisi ini juga menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas yang lebih kuat dari institusi pendidikan maupun pihak-pihak terkait.

Tanpa transparansi, ruang publik akan mudah dipenuhi spekulasi. Tanpa kejelasan, kepercayaan akan semakin terkikis. 

Jika kondisi ini dibiarkan, maka kebangkitan yang kita banggakan berisiko kehilangan pijakan moralnya.

Lebih jauh, kebangkitan nasional di era sekarang tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau kemajuan teknologi.

Ia juga harus diukur dari sejauh mana kita mampu menjaga nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa, salah satunya adalah integritas.

Pada akhirnya, kebangkitan nasional bukan hanya tentang bergerak maju, tetapi tentang memastikan bahwa langkah yang diambil berada di jalur yang benar. 

Pendidikan memiliki peran sentral dalam memastikan arah tersebut tetap terjaga.

Bangsa yang bangkit bukan hanya bangsa yang cerdas, tetapi bangsa yang mampu menjaga kehormatan ilmunya. 

Tanpa itu, kebangkitan hanya akan menjadi slogan, bukan kenyataan.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved