Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI
Soroti Eks Ketua BEM UGM, Amstrong Sembiring: Garis Batas Tipis Antara Kritik dan Penghinaan
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto kritik Presiden Prabowo, pakar hukum sebut batas kritik dan penghinaan sangat tipis.
Salah satunya terkait akun Instagram pribadinya yang memiliki sekitar 400 ribu pengikut. Ia mengaku tidak bisa menggunakan fitur direct message (DM).
"Sampai sekarang saya masih belum bisa kirim DM apapun ke siapapun. Mohon maaf tidak membalas pesan-pesan baik dari rekan-rekan, ya," akui Tiyo.
Selain itu, ia juga mengaku menemukan alat pelacak yang terpasang di kendaraan yang digunakannya. Temuan tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya.
"Teman-teman sekalian bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan," kata Tiyo Ardianto.
"Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikan, yang menunjukkan betapa menjijikannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa. Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa, dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya," sambungnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo terkait berbagai tekanan yang diakuinya diterima.
"Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan, semakin diteror semakin gacor, semakin diintimidasi direpresi, maka semakin cepat hari-hari revolusi. Terima kasih, pak Prabowo," ujar Tiyo tegas.
Pernah Mengaku Dikuntit
Sebelum mengungkap dugaan pemasangan alat pelacak, Tiyo mengaku pernah mengalami penguntitan saat berada di kampung halamannya di Kudus, Jawa Tengah.
"Kami sempat mendapatkan penguntitan. Kami sedang berada di sebuah kedai, dan ada dua orang relatif muda, tinggi, berbadan tegap, itu memfoto kami dari jauh," ungkap Tiyo.
"Ketika kami sadar bahwa ada yang menguntit kami, memfoto kami dari jauh, kami coba cek, tetapi dua orang ini segera pergi, kami terlambat," sambungnya.
Menurut Tiyo, salah satu pengurus BEM UGM yang dekat dengannya juga mengalami kejadian serupa.
"Tidak hanya itu, salah satu pengurus BEM UGM yang cukup dekat dengan saya dan beberapa kali ada satu frame saya dengan dia, dikuntit oleh orang dan motor yang sama, dan dia ingat itu," akui Tiyo.
(TribunBogor/TribunJakarta/TribunYogya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/amstrong-sembiring-1781506113532.jpg)