Kamis, 9 April 2026

Korban Kebakaran di 32 Ilir Lebih Memilih Tidur di Rumah Kerabat

Korban enggan tinggal di posko karena merasa lebih nyaman bersama kerabat, hingga posko korban kebakaran dibiarkan saja kosong.

Editor: Sapto Nugroho

Laporan Reporter Tribunnews Video, Hartati

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Hari ketiga pascakebakaran yang menghanguskan 95 rumah di Kelurahan 32 Ilir, Tangga Buntung, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/9/2015), membuat korban kebakaran masih harus menginap di rumah kerabat atau tetangganya.


Sisa-sisa kebakaran di Kelurahan 32 Ilir, Jumat (4/9/2015). Kebakaran yang terjadi pada Selasa (1/9/2015) malam tersebut menghanguskan 95 rumah. (Tribun Sumsel/Hartati)

Korban enggan tinggal di posko karena merasa lebih nyaman bersama kerabat, hingga posko korban kebakaran dibiarkan saja kosong.

Posko hanya dijadikan pusat penerimaan bantuan jika ada sumbangan datang dari donatur.

Sebagian warga mulai berbenah di bekas rumah mereka yang hangus dengan membersihkan sisa puing kebakaran, dimana yang tertinggal hanya onggokan kayu arang atau batu bata yang berserakan.


Seorang warga membersihkan puing-puing rumahnya tiga hari pascakebakaran di Kelurahan 32 Ilir, Jumat (4/9/2015). (Tribun Sumsel/Hartati)

Rencananya rumah lama yang hangus terbakar akan kembali dibangun karena di sanalah mereka tinggal dan hidup sejak lama sehingga masih banyak kenangan yang tertinggal.

Lagi pula, jika ingin pindah dan membangun rumah baru di tempat lain, tidak tahu harus membangun rumah di mana dan diperlukan biaya lebih banyak.

Warga berharap ada bantuan dari pemerintah atau dermawan sehingga mereka bisa membangun rumah mereka kembali, karena saat terjadi kebakaran mereka tidak sempat membawa harta benda atau barang berharga lainnya kecuali pakaian yang melekat di badan.(*)

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved