Jembatan Lingsir Balangan Nyaris Ambruk

Meskipun masih bisa dilintasi, kondisi jembatan tersebut bisa dibilang mengalami kerusakan parah.

Laporoan Banjarmasin Post/Muhammad E lhami

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Pengendara roda dua dan roda empat harus ekstra berhati-hati jika melintas di jembatan di Desa Lingsir Kecamatan Paringin Selatan Balangan Kalimantan Selatan.

Meskipun masih bisa dilintasi, kondisi jembatan tersebut bisa dibilang mengalami kerusakan parah.

Warga setempat mengatakan, jembatan yang diperkirakan sudah berusia 20 tahun lebih ini, pertama kali mulai rusak sejak tahun 2010.

Sejak saat itu kondisi kerusakan jembatan makin parah.

Bahkan belum lama ini lantai jembatan ambruk saat sebuah truk pengangkut kayu melintas.

"Seminggu yang lalu kejadiannya, malam hari, saya mendengar sendiri kaget, bunyi kreaak, ternyata lantai jembatan patah," ungkapnya.

Kondisi lantai jembatan yang patah dan berlobang kemudian ditutupi seadanya oleh warga dengan memasang batang pohon kelapa agar kendaraan roda empat mudah lewat.

Meski demikian hal tersebut tetap saja berpotensi menimbulkan bahaya bagi pengendara yang melintas, karena bagian bawah jembatan juga ada yang patah sehingga sewaktu-waktu bisa saja ambruk.

Kepala Desa Lingsir M Asri mengatakan, perbaikan sementara hanya seadanya dilakukan oleh warga, untuk renovasi merupakan kewenangan Dina PU.

"Sudah kami ajukan beberapa kali melalui musrembang, namun belum ada juga kepastian perbaikan," katanya.

Menurutnya jika dibiarkan terlalu lama, khawatir akan semakin parah, saat ini truk yang membawa muatan harus hati-hati melintas.

"Mudahan segera diperbaiki oleh instansi terkait," harapnya.

Terpisah saat dikonfirmasi, Kabid Bina Marga PU Balangan, Cecep Ruswantoro, mengatakan sebenarnya untuk perencanaan sudah dianggarkan tahun ini, karena anggaran terbatas kemungkinan di tahun depan.

"Tahun ini upayakan masuk di anggaran pemeliharaan, kalau perbaikan keseluruhan akan dikerjakan tahun depan, nanti akan kami pantau lagi," pungkasnya singkat. (*)

Editor: Mohamad Yoenus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved