Kafe Berjalan Kini Ada di Pringsewu
Cafe mobile bukan hanya tren di ibukota. Tapi kini sudah merambah di beberapa daerah di Indonesia. Lampung salah satunya.
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Didik Budiawan Cahyono
TRIBUNNEWS.COM, PRINGSEWU - Cafe mobile bukan hanya tren di ibukota. Tapi kini sudah merambah di beberapa daerah di Indonesia. Lampung salah satunya.
Sebuah VW Kombi keluaran tahun 1982 dimodifikasi jadi cafe mobile. Kendaraan antik itu diparkir di bawah billboard Rencana Pengembangan Kawasan Pendopo dan Tugu Bambu, Kabupaten Pringsewu.
Hari masih sore. Qtut, demikian sapaan akrabnya, sibuk membuka kafe berjalan tersebut. Ia menyusun kursi dan meja di pelataran parkir.
Qtut menjajakan aneka makanan ringan antara lain, burger, hot dog, spageti, siomay, roti bakar, empek-empek, dan kentang goreng. Sajian tersebut dibandrol dengan harga Rp 5 ribu sampai Rp 12 ribu per porsi.
Ia juga menyediakan minuman ringan. Namun, Kafe berjalan rasanya tidak lengkap kalau tak ada suguhan kopi.
Setiap malam, kafe berjalan yang dikeluloa Qtut dipadati banyak orang yang ingin bersantai sambil menimkati makanan dan secangkir kopi.(*)