Breaking News:

Para Istri di Desa Ini Tak Segan Usir Suami Jika Merokok di Rumah

Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, sejak dua tahun belakangan, menerapkan aturan dilarang merokok di dalam rumah.

Editor: Willem Jonata

Laporan Wartawan Surya, Irwan Syairwan

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, menerapkan aturan dilarang merokok di dalam rumah.

Aturan itu diberlakukan sejak dua tahun belakangan. Program yang terkesan tidak populis ini justru malah ditanggapi positif warganya.

Siti Rohani tak akan segan mengusir suaminya jika merokok di rumah.

Suaminya, Paino, pun tak bisa memarahi istrinya atas perlakuannya itu, sebab desanya telah membuat peraturan dilarang merokok di dalam rumah.

"Saya tidak suka suami merokok. Di rumah ada anak-anak, asapnya mengganggu. Saya usir kalau merokok di rumah," kata Siti kepada Surya, Minggu (21/8/2016).

Siti memahami ketergantungan suaminya merokok. Namun, ibu dua anak ini tetap ingin agar suaminya berhenti, tak lagi menghisap tembakau.

"Saya dengar pemerintah mau menaikan harga rokok Rp 50.000. Saya tidak bakal kasih uang segitu ke suami saya hanya untuk beli rokok. Semoga saja jadi bisa berhenti merokok," ujarnya.

Desa Sebani merupakan satu-satunya desa di Sidoarjo yang menerapkan aturan larangan merokok di dalam rumah. Tak hanya istri, anak-anak pun menjadi pengawas berjalannya peraturan tersebut.

Sama seperti Siti, Riski Choiyum pun akan memarahi ayahnya jika kedapatan merokok di dalam rumah. Mahasiswa Manajemen Bisnis Universitas Gajayana Malang ini tak segan memarahi ayahnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved