Pilgub DKI Jakarta
Ahok dan Djarot Sumringah Diusung PDIP, Massa Pro dan Kontra Ahok Demo di Depan DPP PDIP Menteng
Kedua kelompok tersebut menginginkan PDIP mengusung calon yang mereka dukung untuk maju memimpin ibukota.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deklarasi cagub dan cawagub DKI Jakarta yang diusung oleh partai PDI Perjuangan sempat membuat dua kelompok massa terlibat adu mulut.
Kelompok massa yang pertama Radja 'Rakyat DKI Jakarta' merupakan pendukung pasangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang
Sedangkan kelompok massa yang kedua Karisma Jakarta' mengaku sebagai pendukung Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Kedua kelompok tersebut menginginkan PDIP mengusung calon yang mereka dukung untuk maju memimpin ibukota.
Mereka membawa spanduk, masing-masing bertuliskan nama calon yang diinginkan.
Bahkan yel-yel mereka malah berubah menjadi sindiran satu sama lain.
Adu mulut pun sempat terjadi antara koordinator aksi yang panas lantaran 'junjungannya' disaingi.
Sementara mereka sibuk menguntai kalimat untuk membuat teriakan keras di depan Kantor DPP PDIP yang terletak di wilayah Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016) malam.
Di lantai 5 markas PDIP tersebut tengah berlangsung pendeklarasian cagub dan cawagub DKI Jakarta yang secara resmi kini telah diusung oleh partai berlambang kepala banteng tersebut.
Cagub dan cawagub tersebut merupakan pasangan petahana, yakni sang Gubernur Ahok dan sang Wakil Gubernur Djarot.
Dua tokoh penting di DKI ini tampaik sumringah saat resmi dideklarasikan, dan tidak mengetahui aksi yang dilakukab sejumlah massa pro dan anti Ahok yang berlangsung di depan lobby kantor.
Dua kelompok massa yang berseberangan pendapat ini melakukan aksi hingga jam 10.00 WIB.
Bahkan ditengah teriakan yel-yel, seorang massa pendukung Ahok dan Djarot sempat membuat pendukung Risma panas dan tersulut emosi.
Pendukung Risma pun mengatakan pada pendukung Djarot 'kita sama-sama dukunglah, tapi jangan provokasi'.
Kalimat saling sindir pun makin nyaring terdengar dari masing-masing pendukung yang mulai panas karena tidak juga melihat Ahok, Djarot, maupun Risma. (*)