Waktunya Muda Mudi Dapat Wawasan
Tak Perlu Kata-Kata, 6 Drama Korea Ini Buktikan Bahasa Isyarat Bisa Jadi Bahasa Hati
6 rekomendasi drama Korea yang menghadirkan kisah penuh emosi dan kehangatan lewat karakter-karakter yang berjuang memahami satu sama lain.
TRIBUNNEWS.COM - Nggak semua komunikasi butuh suara untuk dimengerti. Kadang, keheningan justru bisa berbicara lebih banyak, terutama lewat bahasa isyarat. Menariknya, bahasa isyarat ternyata tidak bersifat universal.
Ada ratusan jenis bahasa isyarat yang berbeda tergantung negara dan bahkan daerahnya. Di Indonesia, terdapat dua sistem utama yang sering digunakan, yaitu Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI).
Bisindo berkembang secara alami dalam komunitas tulis, sementara SIBI lebih bersifat formal karena mengikuti struktur bahasa lisan. Keduanya menjadi jembatan komunikasi penting bagi masyarakat tuli di Indonesia.
Beberapa tahun terakhir, bahasa isyarat mulai muncul dalam berbagai karya populer, termasuk drama Korea (drakor). Lewat adegan-adegan yang penuh empati, sejumlah drakor menampilkan bahasa isyarat sebagai simbol disabilitas dan bahasa hati dengan makna yang lebih dalam dari dialog.
Rekomendasi Drama Korea yang Tampilkan Bahasa Isyarat
1. Can You Hear My Heart (2011)
Drakor ini termasuk salah satu yang paling awal menampilkan karakter tuli dengan penggambaran yang hangat dan emosional.
Kisahnya berpusat pada Cha Dong Joo (Kim Jaewon), seorang pria yang kehilangan pendengaran sejak kecil akibat kecelakaan, namun memilih untuk menyembunyikan kondisinya dari orang lain. Di sisi lain, ada Bong Woo Ri (Hwang Jung Eum), perempuan cerdas dan ceria yang hidup bersama ibu tuli serta ayah tiri yang memiliki keterbatasan mental.
Ketika mereka bertemu, lahirlah hubungan yang unik, antara cinta, empati, dan usaha memahami satu sama lain tanpa harus selalu berbicara. Drama ini menyoroti perjuangan keluarga dalam membangun komunikasi penuh penerimaan dan kasih sayang, menjadikan bahasa isyarat sebagai simbol kepercayaan dan jembatan emosi antar generasi.
Meski sudah tayang lebih dari satu dekade lalu, Can You Hear My Heart masih dianggap pelopor representasi positif bagi komunitas tuli di layar Korea. Drama Korea ini dapat ditonton melalui platform online Viki dan Kocowa.
2. My Mister (2018)
My Mister mungkin bukan drama Korea yang secara langsung membahas isu tuli, tapi menghadirkan bahasa isyarat sebagai bahasa kasih sayang yang sederhana tapi penuh makna.
Cerita berpusat pada Lee Ji An (IU), perempuan muda yang hidupnya keras dan penuh tekanan, serta Park Dong Hun (Lee Sun Kyun), insinyur paruh baya yang terjebak dalam rutinitas hidup yang menyesakkan.
Di balik dunia yang dingin, Ji An menunjukkan kelembutan lewat caranya merawat neneknya yang tuli, sebuah hubungan yang dibangun lewat kesabaran, bukan kata-kata. Dari situlah penonton diajak memahami bahwa komunikasi sejati tak selalu lewat suara, tapi juga lewat perhatian dan empati yang tulus.
My Mister menampilkan realitas yang pahit namun tetap hangat, dengan bahasa isyarat sebagai benang halus yang menghubungkan hati antar generasi. Drama My Mister dapat ditonton di platform nonton online Vidio, Netflix, dan iQIYI.
3. Tell Me That You Love Me (2023)

Tell Me That You Love Me merupakan remake dari drama Jepang legendaris Aishiteru to Ittekure (1995), membawa kisah cinta yang sunyi namun memiliki makna yang dalam.
Drama ini mengisahkan Jung Mo Eun (Shin Hyun Bin), mantan pramugari yang berambisi menjadi aktris, dan Cha Jin Woo (Jung Woo Sung), seniman tuli yang hidupnya sederhana namun penuh keindahan lewat karya lukisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/drama-twinkling-watermelon-di-tvn-25-september-2023.jpg)