TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Tama dan Torik Tidak Akan Dikonfrontir
Tribunnews.com - Jumat, 30 Juli 2010 22:19 WIB

TRIBUNNEWS.COM/NURMULIA REKSO
Aktivis ICW Tama S Langkun di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (19/7/2010).
Kata polisi sih saya tidak akan dikonfrontir sama Torik
Tama S Langkun, aktivis ICW korban penganiayaan
Berita Lainnya
- Tak Memakai Dasi Toga, Aktivis ICW Ditegur Hakim Konstitusi
- Pak Kapolda! Apa Kabar Kasus Tama dan Tempo?
- Polisi Buka Kemungkinan SP3 Kasus Penganiayaan Tama
- Tim Investigasi dan Polisi Sepakat Tama Sasaran Orang…
- Tim Investigasi dan Polisi Sepakat Tama Target Orang…
- Kontras Tidak Yakin Timur Ungkap Kasus Tama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Keterangan Tama S Lagkun, korban penganiayaan oknum tak dikenal, tidak akan dikonfrontir dengan keterangan saksi Torik, pngendara Avansa.
Disaksikan waratwan, Jumat (30/7/2010), Tama kembali diperiksa pihak Polres Jakarta Selatan.
"Permeriksaan tambahan, memang sih pihak polres Jakarta Selatan ngasih tahunya mendadak, tapi kita akan selalu siap membantu" ujar Tama, ketika dihubungi, Jumat (39/07/2010)
"Tampaknya polisi sudah bisa membuat gambaran kasus dari awal penguntitan" ujarnya.
Meski hingga kini penyidik belum bisa mengungkap tersangka penganiaya Tama, namun Tama tetap mempercayakan penanganan kasus itu kepada penyidik.
Tama mengaku tetap percaya pada kinerja kepolisian, dan menyadari bahwa kasus ini bukanlah kasus kriminal biasa yang dapat dengan mudah terungkap.
"Saya sering ketemu sama penyidik di lapangan. Saya tahu mereka melakukan penyidikan ini dengan keras, tapi memang memerlukan identigikasi lagi untuk memcahkan kasus ini," ujarnya.
Mengenai pengemudi Avanza yang sempat menawarkannya bantuan sesaat setelah kejadian penganiayaan, Torik Dasa Maulana (25), Tama mengaku sempat menanyakan kapan gerangan pihaknya akan dikonfrontir dengan Torik. Pasalnya keterangan antara Tama dan Torik banyak yang tidak sama.
"Kata polisi sih saya tidak akan dikonfrontir sama Torik," katanya.
Untuk diketahui, setelah kasus pemborongan majalah Tempo edisi rekening gendut pada 30 Juni lalu, nama Tama mulai mencuat. Dirinyapun mulai dipanggil banyak pihak sebagai pembicara dalam kasus rekening gendut.
Belakangan hari, Tama mengaku mulai dibuntuti orang tak dikenal. Salah satu kejadiannya adalah ketika ia hendak pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kalibata.
Disaksikan waratwan, Jumat (30/7/2010), Tama kembali diperiksa pihak Polres Jakarta Selatan.
"Permeriksaan tambahan, memang sih pihak polres Jakarta Selatan ngasih tahunya mendadak, tapi kita akan selalu siap membantu" ujar Tama, ketika dihubungi, Jumat (39/07/2010)
"Tampaknya polisi sudah bisa membuat gambaran kasus dari awal penguntitan" ujarnya.
Meski hingga kini penyidik belum bisa mengungkap tersangka penganiaya Tama, namun Tama tetap mempercayakan penanganan kasus itu kepada penyidik.
Tama mengaku tetap percaya pada kinerja kepolisian, dan menyadari bahwa kasus ini bukanlah kasus kriminal biasa yang dapat dengan mudah terungkap.
"Saya sering ketemu sama penyidik di lapangan. Saya tahu mereka melakukan penyidikan ini dengan keras, tapi memang memerlukan identigikasi lagi untuk memcahkan kasus ini," ujarnya.
Mengenai pengemudi Avanza yang sempat menawarkannya bantuan sesaat setelah kejadian penganiayaan, Torik Dasa Maulana (25), Tama mengaku sempat menanyakan kapan gerangan pihaknya akan dikonfrontir dengan Torik. Pasalnya keterangan antara Tama dan Torik banyak yang tidak sama.
"Kata polisi sih saya tidak akan dikonfrontir sama Torik," katanya.
Untuk diketahui, setelah kasus pemborongan majalah Tempo edisi rekening gendut pada 30 Juni lalu, nama Tama mulai mencuat. Dirinyapun mulai dipanggil banyak pihak sebagai pembicara dalam kasus rekening gendut.
Belakangan hari, Tama mengaku mulai dibuntuti orang tak dikenal. Salah satu kejadiannya adalah ketika ia hendak pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kalibata.
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Ritual Terakhir Julia Perez Agar Menjadi Titisan Suzana
- Presiden Lee Kunjungi Negara Timur Tengah
- Pemerintah akan Dirikan 4 Institut Seni dan Budaya…
- Abrasi Mengancam Pantai Matras
- 18 Jam Aliran Listrik di Tamankota II Bermasalah
- Pelita Jaya Vs Persib: Kombinasi Timnas Vs Naturalisasi
- SBY Hadiri Dzikir Akbar di Monas
- Seorang Wanita Gugat Pemilik Kapal Costa Concordia
- Lelaki Bercelurit Rampok Penyadap Karet
- Lamborghini Pancal Ini Berharga Rp 21,8 Juta
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
