Tama dan Torik Tidak Akan Dikonfrontir
Keterangan Tama S Lagkun, korban penganiayaan oknum tak dikenal, tidak akan dikonfrontir dengan keterangan saksi Torik, pngendara Avansa.
Disaksikan waratwan, Jumat (30/7/2010), Tama kembali diperiksa pihak Polres Jakarta Selatan.
"Permeriksaan tambahan, memang sih pihak polres Jakarta Selatan ngasih tahunya mendadak, tapi kita akan selalu siap membantu" ujar Tama, ketika dihubungi, Jumat (39/07/2010)
"Tampaknya polisi sudah bisa membuat gambaran kasus dari awal penguntitan" ujarnya.
Meski hingga kini penyidik belum bisa mengungkap tersangka penganiaya Tama, namun Tama tetap mempercayakan penanganan kasus itu kepada penyidik.
Tama mengaku tetap percaya pada kinerja kepolisian, dan menyadari bahwa kasus ini bukanlah kasus kriminal biasa yang dapat dengan mudah terungkap.
"Saya sering ketemu sama penyidik di lapangan. Saya tahu mereka melakukan penyidikan ini dengan keras, tapi memang memerlukan identigikasi lagi untuk memcahkan kasus ini," ujarnya.
Mengenai pengemudi Avanza yang sempat menawarkannya bantuan sesaat setelah kejadian penganiayaan, Torik Dasa Maulana (25), Tama mengaku sempat menanyakan kapan gerangan pihaknya akan dikonfrontir dengan Torik. Pasalnya keterangan antara Tama dan Torik banyak yang tidak sama.
"Kata polisi sih saya tidak akan dikonfrontir sama Torik," katanya.
Untuk diketahui, setelah kasus pemborongan majalah Tempo edisi rekening
gendut pada 30 Juni lalu, nama Tama mulai mencuat. Dirinyapun mulai
dipanggil banyak pihak sebagai pembicara dalam kasus rekening gendut.
Belakangan hari, Tama mengaku mulai dibuntuti orang tak dikenal. Salah
satu kejadiannya adalah ketika ia hendak pergi ke sebuah pusat
perbelanjaan di kawasan Kalibata.