Wawancara Eksklusif
VIDEO WAWANCARA EKSKLUSIF Sony Sonjaya: Saya Siap Mati, Saya Mau Buka Semua!
"Pak Sony bilang kepada saya, 'Bu Elsa, saya siap mati untuk membuka semua ini'"
Ringkasan Berita:
- Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator dan mengaku siap membuka seluruh informasi yang diketahuinya terkait dugaan korupsi Program MBG.
- Menurut kuasa hukumnya, Elza Syarief, Sony telah menyebut 26 nama kepada penyidik, sementara data dan percakapan lain yang disebut berkaitan dengan permintaan dapur MBG masih tersimpan di ponsel yang disita Kejaksaan Agung.
- Sony juga membantah terlibat jual-beli titik dapur maupun pengadaan barang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, resmi mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, Sony menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan penyidik untuk mengungkap fakta-fakta yang diketahuinya terkait kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sony pun memilih membuka informasi yang diketahuinya kepada penyidik, termasuk pihak-pihak yang disebut pernah berkomunikasi dengannya terkait pendirian dapur MBG.
Bahkan, di tengah proses hukum yang sedang berjalan, Sony disebut sempat menyampaikan pesan yang membuat tim kuasa hukumnya terharu.
"Pak Sony bilang kepada saya, 'Bu Elsa, saya siap mati untuk membuka semua ini,'" demikian pengakuan Sony yang disampaikan Elza dalam wawancara melalui sambungan zoom bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Kejagung Didesak Jamin Keamanan HP Sony Sonjaya, Ada Jejak Chat Lobi Proyek 10 Dapur Per Yayasan
Mendengar hal itu, Elza mengaku langsung berusaha menenangkan kliennya.
"Saya langsung meminta beliau untuk tenang dan tidak putus asa. Saya ingatkan bahwa ucapan adalah doa, dan dia harus tetap hidup untuk berjuang melalui jalur justice collaborator ini," kata Elza mengenang momen emosional di dalam rutan.
"Terus dia bilang gini, 'Bu Elsa saya pesan ya. Saya pesan titip anak dan istri saya.' Saya juga agak sedih ya pada saat itu. Saya bilang ya Pak percayakan saya dari dulu sebagai lawyer perjuang,'" tutur Elza.
Elza menegaskan, kliennya menolak keras tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam praktik jual-beli titik dapur MBG maupun pengadaan sejumlah barang yang kini menjadi objek penyidikan.
"Pak Sony menegaskan dia tidak pernah melakukan transaksi jual beli titik dapur gizi. Dia hanya mengelola sistem pemetaan digitalnya. Namun, dia tahu persis siapa saja orang-orang yang meminta jatah atau memberikan atensi untuk mendapatkan lokasi dapur tersebut," ungkap Elza.
Sebut 26 Nama kepada Penyidik
Dalam pemeriksaan awal sebagai tersangka, Sony disebut telah menyampaikan sedikitnya 26 nama kepada penyidik Kejaksaan Agung.
Nama-nama tersebut, menurut Elza, merupakan pihak-pihak yang pernah meminta atensi atau berkomunikasi terkait pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Namun, jumlah itu disebut baru sebagian dari data yang dimiliki Sony.
Nama-nama lain serta percakapan yang berkaitan dengan permintaan dapur MBG, kata Elza, masih tersimpan di telepon genggam Sony yang kini disita penyidik Kejaksaan Agung.