DPR Minta Dana Rumah Aspirasi Dinilai Berlebihan
Usulan dana rumah aspirasi yang diusulkan DPR ternyata mendapat kritik dan penolakan dari anggotanya
"Permintaan dana Rumah Aspirasi Rp 200 juta per-anggota terlalu berlebihan. Bagi saya, hal itu sudah sepatutnya menjadi kewajiban anggota dan masing-masing parpol terhadap konstituennya tanpa membebani negara," tandas Bambang Soesatyo kepada tribunnews.com, Selasa (3/8).
Sikap penolakan juga disampaikan oleh Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairul Mahfiz. Dikatakan, secara resmi partainya menolak usulan dana untuk rumah aspirasi.
"PPP tegas menolak rencana anggaran Rumah Aspirasi Rp 200 juta per tahun. Karena, anggaran Rumah Aspirasi tersebut, jelas akan membebani APBN dan pemanfaatannya tidak efektif serta tidak efisien," tandas Irgan.
"Tidak efektif, saat rakyat masih membutuhkan perhatian dan peningkatab kesejahteraan," tambahnya.
PPP, kata Irgan, mengoptimalkan kantor atau sekertariat partai yang ada. Sehingga pertemuan komunikasi dan penyaluran aspirasi antara konsituen atau anggota masyarakat dengan anggota DPR, akan lebih terarah dan efektif. (tribunnews/yat)