Banjir Bandang di Sumatera
Pedestrian Huntara Ditata Ulang, Perbaikan Dikebut Demi Kenyamanan Warga Aceh Tamiang
Perbaikan infrastruktur yakni jalur pedestrian di Hunian Sementara Danantara (Huntara) di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Ringkasan Berita:
- PT Nindya Karya memperbaiki jalur pedestrian Huntara Aceh Tamiang karena digunakan kendaraan bermotor tidak sesuai peruntukan.
- Penggunaan berlebih menyebabkan potensi kerusakan struktur sehingga dilakukan penataan ulang, penguatan dasar, dan pengecoran ulang.
- Perbaikan ditargetkan selesai empat hari dengan fokus keselamatan, kualitas, serta kenyamanan masyarakat terdampak bencana.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Nindya Karya memperbaiki infrastruktur yakni jalur pedestrian di Hunian Sementara Danantara (Huntara) di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada, Selasa (21/4/2026).
Jalur pedestrian dimanfaatkan di luar peruntukannya termasuk oleh kendaraan bermotor.
Penggunaan yang tidak sesuai ini berpotensi menimbulkan beban berlebih (overload) yang dapat memengaruhi kondisi struktur, termasuk penurunan dan kerusakan pada bagian tertentu.
Secara teknis, jalur tersebut tidak dirancang menahan beban kendaraan.
Seiring dengan hal tersebut, dilakukan langkah penataan dan peningkatan pada jalur pedestrian guna menjaga kualitas struktur serta memastikan kenyamanan pengguna tetap terjaga.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kualitas dan keberlanjutan fungsi fasilitas, perbaikan akan dilakukan melalui penataan ulang pada bagian lorong pedestrian, penguatan struktur dasar melalui penambahan material pendukung, serta pengecoran ulang untuk meningkatkan daya dukung dan memastikan fungsi jalur tetap optimal.
“Di lapangan kami pastikan perbaikan dapat berjalan cepat dan tepat supaya fasilitas bisa segera digunakan kembali dengan aman. Kami juga terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Aceh yang terdampak bencana,” kata Project Manager Huntara Tamiang PT Nindya Karya, Irwan.
Seluruh proses perbaikan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu empat hari kerja dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan kenyamanan masyarakat.
Irwan mengatakan pihaknya terus mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Evaluasi dan penguatan pengawasan di lapangan akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan. \
BNPB minta pembangunan dikebut
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto mengecek progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 di tiga provinsi di Sumatera.
Hunian sementara (huntara) adalah bangunan perumahan darurat yang digunakan sebagai solusi cepat bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana atau program relokasi.
Baca juga: Rusak Berat Akibat Banjir Bandang, Renovasi Sekolah MIN 4 Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 3 Bulan
Suharyanto mengunjungi Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Rabu (22/4/2026).
Sebelum mengecek kondisi huntara, Suharyanto berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap kebutuhan yang masih diperlukan di lokasi.
Dia juga meminta pengembang segera menyelesaikan sejumlah kekurangan dengan target rampung dalam lima hari ke depan, agar hunian dapat segera ditempati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/perbaikan-pedestrian.jpg)