TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Warga Malaysia Belum Minta Perlindungan
Tribunnews.com - Senin, 6 September 2010 08:21 WIB

TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Benteng Demokrasi Rakyat Indonesia (Bendera) melakukan aksi bakar bendera Malaysia di Sekretariat Bendera, Jalan Diponegoro Jakarta, Selasa (17/8/2010). Pembakaran bendera Malaysia sebagai bentuk protes keras terhadap negeri Jiran Malaysia yang melakukan pengkapan terhadap tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia. (TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA)
Berita Terkait: Indonesia dan Malaysia Memanas
Laporan wartawan Banjarmasin Post
TRIBUNNEWS.COM, BATULICIN - Memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap warga Malaysia yang tinggal di Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu), Kalsel.
Kapolres Tanbu AKBP Winarto mengatakan, enam warga negara Malaysia yang tinggal di Tanbu hingga kini belum minta minta perlindungan.
Kasi penempatan tenaga kerja Disnaker Tanbu Ade Hendana kepada mengatakan, keenam warga negara Malaysia yang tinggal di Tanbu itu bekerja di perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara.
Menurut Ade Hendana, ada 73 orang warga negara asing yang bekerja di Tanbu, mereka itu berasal dari 14 negara, di antaranya Inggris, Sri Lanka, dan Malaysia.
Sementara Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan Tanbu Mujiono mengatakan, investasi Malaysia di Tanbu hingga sekarang juga tidak terpengaruh dengan memanasnya hubungan kedua negara itu.
Investasi Malaysia di Tanbu umumnya bergerak di bidang tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Untuk perkebunan kelapa sawit ada dua perusahaan dengan besaran luas perkebunan lebih dari 11 ribu hektare yang tersebar di Kecamatan Kusanhulu, Sungai Loban, dan Angsana.
Perusahaan Malaysia memperkerjakan warga lokal, namun pimpinan tetap berasal dari negeri jiran itu.
TRIBUNNEWS.COM, BATULICIN - Memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap warga Malaysia yang tinggal di Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu), Kalsel.
Kapolres Tanbu AKBP Winarto mengatakan, enam warga negara Malaysia yang tinggal di Tanbu hingga kini belum minta minta perlindungan.
Kasi penempatan tenaga kerja Disnaker Tanbu Ade Hendana kepada mengatakan, keenam warga negara Malaysia yang tinggal di Tanbu itu bekerja di perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara.
Menurut Ade Hendana, ada 73 orang warga negara asing yang bekerja di Tanbu, mereka itu berasal dari 14 negara, di antaranya Inggris, Sri Lanka, dan Malaysia.
Sementara Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan Tanbu Mujiono mengatakan, investasi Malaysia di Tanbu hingga sekarang juga tidak terpengaruh dengan memanasnya hubungan kedua negara itu.
Investasi Malaysia di Tanbu umumnya bergerak di bidang tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Untuk perkebunan kelapa sawit ada dua perusahaan dengan besaran luas perkebunan lebih dari 11 ribu hektare yang tersebar di Kecamatan Kusanhulu, Sungai Loban, dan Angsana.
Perusahaan Malaysia memperkerjakan warga lokal, namun pimpinan tetap berasal dari negeri jiran itu.
Editor: Prawira Maulana | Sumber: Banjarmasin Post
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Regional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

