TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Aroma Rekayasa Bermotif Politik di Balik Gerakan Satgas
Tribunnews.com - Jumat, 21 Januari 2011 15:01 WIB

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil bertemu dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk memberikan surat terbuka yang berisi desakan kepada Presiden SBY agar memerintahkan Kepolisian menyerahkan kasus Gayus Tambunan kepada KPK.
"Hal inilah fakta yang kian menyayat hati masyarakat. Satgas hanya dijadikan komoditas politik untuk menyerang orang dan kelompok tertentu guna tunduk pada kekuasaan,"
Syukron Jamal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terbongkarnya testimoni Gayus Tambunan terkait keterlibatan
satgas pemberantasan mafia hukum Denny Indrayana, tercium rekayasa
bermuatan politis dibalik gerakan satgas pemberantasan mafia hukum . Bahkan hal tersebut
terbaca jauh sebelum adanya pengakuan Gayus Tambunan.
"Hal inilah fakta yang kian menyayat hati masyarakat. Satgas hanya dijadikan komoditas politik untuk menyerang orang dan kelompok tertentu guna tunduk pada kekuasaan," kata Koordinator Koalisi Masyarakat Untuk Bubarkan Satgas PMH, Syukron Jamal di Institute Proklamasi, Jakarta, Jumat (21/1/2011).
Kinerja satgas PMH yang mestinya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat justru mengarah pada karakter assassination insatitusi penegak hukum yang sudah ada di Kepolisian, Kejaksaan, Peradilan dan institusi hukum lainnya.
Bahkan, tekanan yang dilakukan Denny Indrayana kepada istri Gayus Tambunan, Milana, via Blackberry massenger semakin menunjukkan bahwa satgas melakukan begitu banyak rekayasa dan menggiring opini untuk kepentingan tertentu.
"Dan ini jauh lebih penting satgas telah merusak tatanan hukum yang ada. Bukannya faedah, malah mudharat yang dibuat," imbuhnya.
"Hal inilah fakta yang kian menyayat hati masyarakat. Satgas hanya dijadikan komoditas politik untuk menyerang orang dan kelompok tertentu guna tunduk pada kekuasaan," kata Koordinator Koalisi Masyarakat Untuk Bubarkan Satgas PMH, Syukron Jamal di Institute Proklamasi, Jakarta, Jumat (21/1/2011).
Kinerja satgas PMH yang mestinya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat justru mengarah pada karakter assassination insatitusi penegak hukum yang sudah ada di Kepolisian, Kejaksaan, Peradilan dan institusi hukum lainnya.
Bahkan, tekanan yang dilakukan Denny Indrayana kepada istri Gayus Tambunan, Milana, via Blackberry massenger semakin menunjukkan bahwa satgas melakukan begitu banyak rekayasa dan menggiring opini untuk kepentingan tertentu.
"Dan ini jauh lebih penting satgas telah merusak tatanan hukum yang ada. Bukannya faedah, malah mudharat yang dibuat," imbuhnya.
Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

