Pria Gemuk Cenderung Minim Sperma
Pria yang kelebihan berat atau kegemukan memiliki peluang lebih rendah menjadi orang tua akibatnya minimnya sperma.
TRIBUNNEWS.COM - Pria yang kelebihan berat atau kegemukan memiliki peluang lebih rendah menjadi orang tua akibatnya minimnya sperma. Ini berdasarkan perbandingan kualitas sperma seperti disajikan dalam konferensi tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) di Stockholm, Swedia.
Para dokter ini meneliti sampel sperma dari 1.940 pria dan mencocokkannya dengan berat badan donor.
Tolok-ukurnya adalah indek massa tubuh (BMI), ukuran lemak tubuh di kalangan orang dewasa. Berdasarkan itu, berat tubuh normal didefinisikan sebagai BMI 18,5-25; kelebihan berat 25-30 dan kegemukan sebagai 30 atau lebih.
Makin tinggi hitungan berat makin buruk kualitas sperma, terutama pada mereka yang masuk kategori kegemukan.
"Kelebihan berat mengakibatkan perubahan pada ciri sperma, mungkin akibat gangguan hormon, yang mengakibatkan jumlah sperma, motalitas dan vitalitas yang lebih sedikit," kata Paul Cohen-Bacrie, Direktur Ilmu Pengetahuan di Eylau-Unilabs di Paris, bagian dari jaringan laboratorium di 12 negara Eropa yang berpusat di Swiss.
"Ini mengakibatkan hilangnya potensi pembuahan," kata Cohen-Bacrie.
Penelitian tersebut mendapati jumlah sperma lebih sedikit sampai 10 persen di kalangan pria yang kelebihan berat, dan sampai 20 persen di kalangan lelaki yang kegemukan, dibandingkan dengan rekan mereka dengan berat normal.
Persentase lelaki yang memiliki jumlah sperma nol naik hampir empat kali lipat, dari satu persen dalam kategori berat normal, jadi 3,8 persen, pada kategori pria yang kegemukan. (*)