Enam ABG di Batam Jadi Korban Trafficking
Warga Batam kembali dikagetkan dengan pengungkapan perdagangan anak di bawah umur
Laporan Wartawan Tribun Batam, Aprizal
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Maraknya trafficking melibatkan anak di bawah umur untuk dipekerjakan sebagai PSK di Batam, benar-benar sudah membuat hati para orangtua miris. Pasalnya dari beberapa kali pengungkapan, selain dipekerjakan untuk menemani para penikmat hiburan malam di beberapa tempat hiburan malam, para ABG ini juga dijadikan budak nafsu laki-laki hidung belang.
Setelah pengungkapan jaringan perdaganggan anak dibawah umur, dengan korbannya dua orang pelajar SMP di Batam beberapa hari yang lalu. Warga Batam kembali dikagetkan dengan pengungkapan perdagangan anak di bawah umur dengan jumlah yang lebih banyak.
Pengungkapan kedua ini berawal dari penggrebekan kamar penampungan enam orang ABG di penginapan Kusuma Jaya, Pelita, Minggu (4/12) sekitar pukul 22.00 WIB. Keenam ABG ini ditemukan dalam kamar 205 dan kamar 201 penginapan (Kusuma Jaya-red).
Awal ditemukannya penampungan keenam ABG ini, berawal dari pencarian, Rian paman dari dua orang ABG yang ditampung di kamar penginapan tersebut. Bukan hanya menemukan dua ponakannya, yakni Lina (16) dan Juni (17). Namun juga menemukan teman-temannya yang lain, Qori (15), Nila (16), Uki (18) dan Dilla (17).
Rian saat dimintai keterangan oleh tribunnewsbatam.com di Polresta Barelang mengatakan, kedua ponakannya yang sudah putus sekolah (Lina dan Juni-red), sudah tidak pulang ke rumah orangtuanya satu minggu di Teluk Bakau, Nongsa. Bahkan kedua orangtuanya sudah berusaha mencari kebeberapa rumah temannya.
"Kemaren (Minggu-red) saya temukan di dalam kamar penginapan itu berkat informasi kawannya juga. Kalau nggak, tidak akan ketemu bang. Melalui temannya di Batu Besar, kami bujuk-bujuk untuk ketemu tanpa sepengetahuan dua keponakan saya itu. Akhirnya disuruh menemuinya di Hotel Kusuma Jaya. Kami langsung meluncur malam itu juga ke sana," ujar Rian yang sebagai paman dari dua ABG tersebut. (*)