Wanita Surabaya Sekap Calon Mertua 6 Bulan: Dipindah-pindah, Diberi Makan Seadanya dan Harta Dikuras
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, korban mulai disekap sejak Oktober 2025 hingga April 2026
Ringkasan Berita:
- Pria lansia bernama Kusnadi Chandra (80) diduga disekap selama enam bulan di sebuah apartemen di Surabaya oleh pacar anaknya sendiri
- Selama disekap, korban disebut tidak boleh memegang ponsel dan harta bendanya dikuras menggunakan ATM serta kartu kredit
- Polisi menyebut kerugian korban mencapai Rp2 miliar ditambah emas dan perhiasan hampir satu kilogram
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Kasus penyekapan seorang pria lanjut usia (lansia) di Surabaya, Jawa Timur, menghebohkan publik.
Korban bernama Kusnadi Chandra (80), warga Pacarkeling, Tambaksari, diduga disekap selama 6 bulan oleh pacar anaknya sendiri.
Pelaku utama bernama Lisa Andriana (31), perempuan asal Jakarta Utara.
Ia tinggal di sebuah apartemen di kawasan Mulyorejo, Surabaya.
Polisi menyebut Lisa merupakan kekasih Agus Pranoto, anak korban.
Tak hanya menyekap korban, pelaku juga diduga menguras harta benda milik lansia tersebut hingga mencapai miliaran rupiah.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, korban mulai disekap sejak Oktober 2025 hingga April 2026.
Baca juga: Imigrasi Proses Deportasi 26 WNA Korban Penyekapan di Bali, Jaringan Scam Masih Diselidiki
“Awalnya tersangka sudah mengenal dekat keluarga korban karena menjalin hubungan dengan anak korban,” ujar Luthfie saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Senin (11/5/2026).
Menurut polisi, kedekatan itu membuat korban tidak menaruh rasa curiga terhadap Lisa.
Korban kemudian diajak bertemu di suatu tempat oleh pelaku. Namun sesampainya di lokasi, korban justru dibawa ke sebuah kamar apartemen dan diduga disekap oleh dua pria lain yang kini masih diburu polisi.
“Saat itu korban diberi tahu bahwa salah satu anaknya memiliki utang,” kata Luthfie.
Selama ditawan, korban disebut tidak diperbolehkan memegang telepon genggam dan kerap dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain agar tidak mudah ditemukan keluarga.
Korban yang sudah lanjut usia itu juga hanya diberi makan seadanya selama penyekapan berlangsung.
Polisi mengungkap, selama korban berada dalam penguasaan pelaku, tabungan miliknya dikuras secara bertahap menggunakan ATM dan kartu kredit korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penyelkpan11111.jpg)