Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Hacker Ancam Sebar Data dan Informasi Rahasia Militer AS

Tribunnews.com - Rabu, 28 Desember 2011 17:35 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Hacker Ancam Sebar Data dan Informasi Rahasia Militer AS
boringrise.wordpress.com
Ilustrasi hacker

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Sekelompok peretas menyatakan akan mengungkapkan data maupun informasi yang mereka curi dari situs perusahaan analisis dan intelijen Amerika Serikat, Strategic Forecasting Inc. Perusahaan tersebut terkenal sebagai perusahaan penting karena kliennya meliputi Wallstreet hingga Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

Selama sepekan ini, situs perusahaan Strategic Forecasting Inc yang lebih dikenal sebagai Stratfor, ditutup, dengan alasan situs telah diretas dan beberapa informasi pelanggan korporasi telah terungkap ke publik.

Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (28/12/2011), Kelompok peretas yang menamai diri mereka sebagai Antisec, mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut dan mengancam akan membuat "kekacauan" dengan merilis dokumen yang telah dicuri.

Antisec telah memulai ancaman tersebut lewat aksi menyebarkan daftar ribuan pelanggan Stratfor, baik yang merupakan korporat maupun pemerintah, serta alamat email, password, juga nomor kartu kredit pelanggan individu.

Daftar pelanggan Stratfor yang diungkap ke publik oleh Antisec diantaranya Bank of America, Exxon Mobil, Goldman Sachs & Co, Interpol, Thomson Reuters, militer AS, dan PBB.

Mengantisipasi kekacauan yang akan timbul akibat hal tersebut, Stratfor dalam suratnya ke pelanggan menyatakan pihaknya menawarkan perlindungan pencurian identitas dan layanan pemantauan untuk pelanggan yang terkena dampak.

Chief Executive Stratfor, George Friedman, dalam pernyataanya di halaman Facebook perusahaan mengatakan data atau informasi yang diungkap AntiSec ke publik, tidak bersifat rahasia.

Namun Antisec, mengancam akan segera mempublikasikan data dan informasi klien Statfor yang sifatnya lebih rahasia, dan sensitif. Adapun tujuan mereka melakukan hal tersebut, adalah untuk membuka kedok Statfor yang selama ini mengumumkan dirinya bukanlah sebagai perusahaan yang berbahaya.

"Stratfor bukanlah 'perusahaan berbahaya', setidaknya itu cara mereka menggambarkan diri mereka sendiri. Anda bisa melihatnya nanti siapa mereka sebenarnya, melalui informasi yang kami berikan melalui email anda," kata Antisec melalui akunTwitter-nya.


Penulis: Samuel Febrianto  |  Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup