Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Ibu AAL: Dia Anak Pendiam

Tribunnews.com - Kamis, 12 Januari 2012 14:18 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Ibu AAL: Dia Anak Pendiam
TRIBUNNEWS.COM/Danang Setiaji
AAL siswa SMK terpidana kasus pencurian sandal milik anggota polisi di Palu bersama ibunya, Rosmin, Rabu (11/1/2012). AAL dan ibunya diajak jalan-jalan di Dufan, Jakarta oleh Kak Seto.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kak Seto mengajak AAL, terpidana kasus pencurian sandal milik seorang polisi di Palu, bermain di Dufan setelah menghadiri acara wawancara sebuah stasiun televisi, dan mengadakan jumpa pers di Komnas Perlindungan Anak, Rabu (11/1/2012).

AAL didamping ibunya, Rosmin. Saat berbincang dengan Tribunnews.com, Rosmin mengaku ia dan putranya baru kali ini datang ke Jakarta. AAL yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dinilai ibunya sebagai sosok yang pendiam.

"Diam anaknya. Di rumah paling suka nonton tv atau main komputer. Dia kadang-kadang juga suka bantu saya goreng tempe dan tahu sebelum berangkat sekolah," cerita Rosmin.

Sejak masuk SMK Negeri 3 Palu, jadwal sekolah AAL memang berubah. Bila saat masih bersekolah di SMP Negeri 9 Palu masuk pagi, maka saat di SMK menjadi masuk siang yakni pada pukul 12.00 WITA. Rosmin menceritakan saat masih SMP, AAL diantar ke sekolah oleh ayahnya yang bekerja sebagai PNS di kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Saat sudah masuk SMK, AAL tidak mau lagi diantar oleh ayahnya. "Katanya mau berangkat sama teman-teman saja. Sekolahnya memang tidak jauh dari rumah, paling 1,5 kilometer. Ayahnya tahun ini juga mau pensiun. Sudah 30 tahun lebih kerja disana," kata Rosmin.

Prestasi belajar AAL di sekolah pun cenderung biasa-biasa saja. Menurut Rosmin, putra sulungnya tersebut hanya mendapat ranking tiga dan empat saat masih duduk di bangku sekolah dasar. "SMP dan SMK ini ndak pernah," ujar Rosmin sembari tertawa kecil.

AAL biasa pulang sekolah pukul 17.30 WITA atau pukul 18.00 WITA. Sebelum pulang, AAL hobi bermain sepakbola bersama teman-temannya di lapangan yang lokasinya juga tak jauh dari rumahnya, di Jalan Kijang nomor 23, Kelurahan Birobuli, Palu. "Kalau sudah sampai di rumah, biasanya dia mandi dulu. Setelah itu nonton tv atau main komputer. Habis itu baru makan dan mengerjakan PR," kata Rosmin.

Rosmin pun sempat meminta izin mengangkat telepon saat mobil Kak Seto menuju rumah makan Padang di kawasan Ancol. Terdengar Rosmin berbicara dengan bahasa daerah, yang kental dengan logat Palu. "Ya, beginilah bahasa kami," ujar Rosmin sambil tersenyum.


Penulis: Danang Setiaji Prabowo  |  Editor: Yudie Thirzano
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup