Jumat, 1 Mei 2026

Ray Rangkuti Kritik Prabowo soal 'Indonesia Gelap': Akhir Ini Agak Sensi

Pengamat Politik Ray Rangkuti menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto yang mengungkit soal 'Indonesia Gelap' hingga soal 'kabur ke Yaman.'

Tayang:

Ringkasan Berita:
  •  Pengamat Politik Ray Rangkuti mengaku tidak mengetahui pasti apa tujuan Prabowo mengungkit kembali soal 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' tersebut.
  • Diketahui kalimat soal 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' diungkapkan Prabowo dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026).
  • Padahal menurut Ray kini publik sudah mulai melupakan jargon Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu yang pada dasarnya merupakan bentuk kekecewaan masyarakat pada pemerintah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Politik Ray Rangkuti ikut merespons soal pidato Presiden Prabowo Subianto yang mengungkit soal 'Indonesia Gelap' hingga soal 'kabur ke Yaman.'

Diketahui kalimat soal 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' ini diungkapkan Prabowo dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026).

Ray mengaku tidak mengetahui pasti apa tujuan Prabowo mengungkit kembali soal 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' tersebut.

Padahal menurut Ray kini publik sudah mulai melupakan jargon Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu yang pada dasarnya merupakan bentuk kekecewaan masyarakat kepada pemerintah.

"Ya, saya juga kurang tahu ya karena Pak Prabowo mengungkit apa yang sebenarnya sudah lama atau bahkan mungkin pada tingkat tertentu sudah mulai ditinggalkan orang gitu ya."

"Kabur aja dulu. Itu kan seingat saya awal-awal Januari dahulu ya munculnya gitu. Nah, jadi sekarang wah sudah berapa bulan tuh? 3 bulan orang sudah agak lupa dengan pagar itu, tapi Pak Prabowo ternyata masih ingat gitu," kata Ray Rangkuti dalam Program 'Sapa Indonesia Malam' Kompas TV, Kamis (30/4/2026).

Ray kemudian menilai bahwa dalam pidatonya itu, Prabowo justru membangkitkan kembali isu-isu lama yang sempat panas dalam kondisi yang sudah membaik ini.

"Jadi kadang-kadang kita melihat apa yang sudah adem di tengah masyarakat dibangkitkan lagi oleh Pak Prabowo gitu loh," imbuh Ray.

Ray menilai, mungkin saja diungkitnya isu 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' ini karena Prabowo sedang sensitif.

"Saya juga enggak tahu ya, karena saya lihat Pak Prabowo akhir-akhir ini agak sensi ya, setelah mungkin peristiwa halal bihalal (bersama tokoh dan pengamat) kemarin."

"Jadi banyak hal kemudian yang dipandang dilihat ya sebagai sesuatu yang tidak menggembirakanlah bagi beliau gitu."

"Meskipun di tengah-tengah itu beliau selalu berujar ya perlunya kritiklah inilah gitu," jelas Ray.

Baca juga: Prabowo Ungkit Indonesia Gelap dan Kabur Aja ke Yaman, M Qodari: Poin Substansinya yang Dilihat

Kabakom RI soal Prabowo Ungkit Indonesia Gelap

RESHUFFLE KABINET - Muhammad Qodari tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin siang, (27/4/2026). Qodari dikabarkan akan dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom).
INDONESIA GELAP - Muhammad Qodari tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin siang, (27/4/2026). Qodari dikabarkan akan dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom). (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari buka suara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung soal 'Indonesia Gelap' hingga soal 'kabur ke Yaman.'

Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, Qodari meminta masyarakat untuk melihat poin substansi dalam kata-kata Prabowo itu, bukan hanya soal  'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' saja yang dilihat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved